
Foto: CDC - Keterangan: Dr. Uc Nguyen
Bagaimana virus ini merusak tubuh saya?
Tubuh kita memiliki sistem pertahanan yang sangat kuat yang disebut sistem imun. Ketika virus Ebola ini masuk ke dalam tubuh, ia berbeda dengan virus-virus umum lainnya.
Kecerdasannya terletak pada kemampuannya untuk menyerang sel-sel pelindungnya sendiri, mengubahnya menjadi "tempat berkembang biak" di mana ia dapat bereplikasi di seluruh tubuhnya.
Bahaya terbesarnya adalah menyebabkan peradangan parah dan kerusakan pada pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tidak lagi utuh, darah akan bocor keluar, menyebabkan pendarahan internal dan melemahnya organ dalam, yang mengakibatkan kematian hingga 50% kasus.
Penularannya hanya terjadi melalui kontak langsung.
Banyak orang khawatir bahwa sekadar berdiri berdekatan atau menghirup udara yang sama sudah cukup untuk menyebarkan virus. Tenang saja, virus Ebola tidak ditularkan melalui udara seperti influenza atau COVID-19. Virus ini hanya menyebar melalui "kontak langsung," yang meliputi:
Melalui cairan tubuh: Ini berarti Anda harus melakukan kontak langsung (melalui luka terbuka pada kulit, atau melalui mata, hidung, atau mulut) dengan darah, muntah, keringat, urin, atau air liur seseorang yang sakit.
Melalui barang-barang yang terkontaminasi: Berbagi barang-barang pribadi, tempat tidur, dan pakaian yang terkontaminasi cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.
Melalui penanganan jenazah: Di beberapa bagian Afrika, terdapat kebiasaan menyentuh jenazah selama proses pembalseman, yang merupakan jalur penularan yang sangat kuat karena jumlah virus dalam tubuh jenazah paling tinggi pada saat ini.
Melalui satwa liar: Berburu, menyembelih, atau memakan daging hewan yang hidup di hutan yang terinfeksi penyakit tersebut, seperti kelelawar, monyet, dan gibbon.
Apa saja tanda dan gejala penyakit ini?
Ketika virus memasuki tubuh, virus tidak langsung menyebabkan penyakit, tetapi memiliki masa inkubasi yang lambat, yaitu beberapa hari hingga 3 minggu. Ketika virus muncul, penyakit ini berkembang cukup cepat melalui tiga tahap:
Fase awal: Pasien mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri badan, nyeri sendi, dan sakit tenggorokan. Fase ini mudah disalahartikan sebagai demam berdarah atau malaria biasa.
Tahap parah: Gejala mulai muncul, disertai diare terus-menerus, yang menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.
Tahap parah: Memar muncul di kulit, pasien mengalami mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau tinja berdarah.
Pencegahan mudah dilakukan: Selalu masak makanan hingga matang dan rebus air sebelum diminum. Sama sekali jangan makan daging hewan liar atau daging yang tidak diketahui asal-usulnya. Jaga kebersihan tangan Anda. Jangan berbagi barang pribadi. Batasi kontak dengan sumber yang dicurigai.
Sumber: https://tuoitre.vn/benh-do-vi-rut-ebola-biet-dung-thi-khong-so-2026051909273949.htm






Komentar (0)