"Saya hanya melampiaskan emosi saya ketika pemain saya menyelamatkan penalti, bukan menargetkan siapa pun secara khusus. Saya menerima tindakan disiplin, tetapi bagaimana dengan situasi di mana wasit memberikan penalti?" kata Pelatih Van Sy Son dengan marah.
Pelatih kepala SLNA percaya bahwa larangan melatih selama dua pertandingan terlalu berat, terutama mengingat tim tersebut baru saja memastikan tempat mereka di liga untuk musim depan. Ia membuka kemungkinan untuk mengajukan banding ke Komite Banding VFF.

Sebelumnya, Komite Disiplin VFF mengeluarkan keputusan yang melarang pelatih SLNA, Van Sy Son, untuk melatih selama dua pertandingan dan mendendanya sebesar 10 juta VND karena perilaku tidak pantas selama pertandingan melawan Becamex TP.HCM di putaran ke-24 V-League 2025/26.
Insiden itu terjadi ketika pelatih Van Sy Son menoleh ke arah tribun dan menunjukkan ekspresi kontroversial setelah kiper Cao Van Binh berhasil menyelamatkan tendangan penalti.
Kekesalan kapten SLNA bermula dari keputusan wasit FIFA, Le Vu Linh, yang memberikan penalti kepada tim tuan rumah, Becamex Binh Duong. Yang perlu diperhatikan adalah wasit tidak langsung berkonsultasi dengan teknologi VAR sebelum membuat keputusan untuk memberikan penalti tersebut.
Dengan larangan mendampingi tim di pinggir lapangan selama dua pertandingan, pelatih Van Sy Son harus duduk di tribun penonton untuk dua putaran terakhir musim ini. Untungnya, SLNA kini berhasil menghindari degradasi dengan 27 poin setelah 24 putaran.
Sumber: https://vietnamnet.vn/bi-cam-chi-dao-toi-het-mua-giai-hlv-slna-phan-ung-2519799.html









Komentar (0)