Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Rahasia membantu Messi berhenti muntah-muntah.

Sepuluh tahun lalu, para penggemar mengenal sosok Messi yang kurus dan lemah, yang sering mual saat menghadapi kondisi bermain yang tidak menguntungkan. Namun, ceritanya berbeda sekarang.

Báo Tuổi TrẻBáo Tuổi Trẻ15/04/2025

Messi - Ảnh 1.

Messi masih dalam kondisi prima di usia 38 tahun - Foto: REUTERS

Ketika Messi mengambil inspirasi dari Ronaldo

Messi telah meningkatkan kekuatan ototnya secara signifikan melalui latihan di pusat kebugaran dan pola makan yang lebih sehat. Namun, ada satu masalah yang menghantuinya selama masa puncak kariernya.

Itu mual. ​​Masalah yang menghantui Messi dalam waktu lama, ketika ia berusia antara 25 dan 30 tahun.

Para penggemar tentu belum melupakan gambar Messi yang muntah-muntah setiap kali ia bermain dalam kondisi sulit, seperti di dataran tinggi. Contoh utamanya adalah ketika Argentina bermain tandang melawan Peru atau Bolivia.

Dalam sebuah wawancara, Messi secara jujur ​​mengakui bahwa alasan utama masalah ini adalah kebiasaan makannya yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi permen dan minuman manis.

Orang yang menunjukkan masalah ini kepada Messi adalah ahli gizi Italia, Giuliano Poser. Ia memaksa superstar Argentina itu untuk meninggalkan kebiasaannya minum minuman ringan manis. Sebagai gantinya, Messi disarankan untuk makan lebih banyak sayuran, buah-buahan musiman, ikan, minum air mineral, dan terutama minum teh yerba mate (teh tradisional Argentina).

Messi - Ảnh 2.

Messi pernah mengalami masa di mana ia sering muntah di lapangan - Foto: SPORTING NEWS

Akibatnya, setelah usia 30 tahun, Messi hampir tidak pernah muntah di lapangan sepak bola lagi. Semakin tua usianya, semakin Messi menunjukkan bahwa ia sama bugarnya dengan Ronaldo – yang terkenal dengan gaya hidupnya yang sangat disiplin.

Pada tahun 2021, Ronaldo juga引起 kehebohan ketika ia menjatuhkan dua botol soda dari meja saat konferensi pers. Superstar Portugal itu menyatakan bahwa ia tidak pernah minum minuman jenis itu.

Mengapa Messi berhenti minum minuman ringan?

Menurut ahli gizi Poser, minuman ringan menyebabkan masalah-masalah berikut:

1. Menyebabkan ketidakseimbangan gula darah.

Minuman ringan mengandung gula dalam jumlah sangat tinggi, terutama fruktosa dan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), yang menyebabkan kadar gula darah melonjak dan kemudian turun tiba-tiba.

Hal ini menyebabkan mual, pusing, dan penurunan energi yang cepat – terutama berbahaya selama aktivitas intensitas tinggi seperti bermain sepak bola.

2. Menyebabkan dehidrasi dan gangguan pencernaan.

Minuman ringan meningkatkan rasa kenyang, meningkatkan asam lambung, dan dapat membuat peminumnya lebih rentan mual selama aktivitas fisik.

Kafein dalam minuman ringan juga dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi dalam jumlah besar, sehingga memengaruhi performa atletik.

3. Peningkatan risiko peradangan dan cedera

Menurut Dr. Poser, makanan dan minuman olahan (seperti minuman ringan) meningkatkan respons peradangan dalam tubuh, membuat atlet lebih rentan terhadap ketegangan otot, cedera, dan pemulihan yang lebih lambat.

4. Pengaruh pada sistem pernapasan dan saraf

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman ringan berkarbonasi meningkatkan tekanan di perut, memengaruhi pernapasan dan kemampuan untuk melakukan aktivitas berat, berpotensi menyebabkan mual dan muntah, seperti yang pernah dialami Messi.

Baca selengkapnya Kembali ke halaman utama
HUY DANG

Sumber: https://tuoitre.vn/bi-quyet-giup-messi-het-non-khan-20250411194744443.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
VIETNAM - NEGERI KEBAHAGIAAN DAN CINTA

VIETNAM - NEGERI KEBAHAGIAAN DAN CINTA

Saudara laki-laki

Saudara laki-laki

Negara di hatiku

Negara di hatiku