
Sedikit orang yang tahu bahwa di balik model tersebut terdapat perjalanan berat Truong Giao Ngo Quan, Sekretaris Persatuan Pemuda desa Hoa Khuong Dong, seorang pemuda dengan semangat berani berpikir dan bertindak, yang dengan berani memulai bisnis di kampung halamannya.
Tanah akan memberi imbalan kepada mereka yang bekerja keras.
Sebelumnya, sebagian besar lahan di daerah tersebut dibiarkan terbengkalai karena kesulitan dalam budidaya, kurangnya air irigasi, dan kurangnya investasi dalam produksi. Menyaksikan pemborosan lahan jangka panjang ini, Bapak Quan selalu prihatin untuk menemukan cara yang lebih efektif untuk memanfaatkannya guna menciptakan mata pencaharian dan meningkatkan nilai guna lahan. Dengan keyakinan bahwa "tanah tidak akan mengkhianati kerja keras," pada Januari 2026, beliau dengan berani memobilisasi masyarakat untuk meminjamkan lahan mereka dan meminta izin dari pemerintah daerah untuk memperbaiki dan menggunakannya untuk produksi pertanian .
Namun, perjalanan itu dimulai dengan sedikit keberhasilan. Lahan yang telah lama ditinggalkan itu menjadi tandus, ditumbuhi gulma, tidak rata, dan kekurangan pasokan air yang stabil untuk irigasi. Tanpa gentar, ia mencurahkan waktu untuk membersihkan gulma, memperbaiki tanah, dan mempelajari teknik budidaya semangka. "Ketika saya pertama kali memulai, banyak orang khawatir karena lahan terlantar sangat sulit untuk diolah. Tetapi saya berpikir bahwa dengan ketekunan, perbaikan, dan kemauan untuk mempelajari teknik-teknik tersebut, itu akan mungkin," kata Quân.
Hingga saat ini, ia telah membudidayakan hampir 2 hektar semangka. Berkat perawatan teknis yang tepat, ladang semangka tumbuh subur, menghasilkan panen total sekitar 45 ton. Semangka tersebut dibeli oleh pedagang langsung dari ladang dengan harga 4.000 VND/kg. Setelah panen, keluarganya memperoleh pendapatan sekitar 190 juta VND.
Menyebarkan semangat kewirausahaan
Selain berpartisipasi langsung dalam produksi, Bapak Quan juga secara teratur meneliti dan belajar dari model-model efektif baik lokal maupun internasional untuk diterapkan pada pekerjaannya sendiri. Mulai dari menanam dan merawat tanaman hingga panen, beliau secara proaktif menangani semuanya sendiri untuk mengumpulkan pengalaman dan mengurangi biaya tenaga kerja.

Berkat ketekunan dan semangatnya untuk belajar, model pertanian semangka yang ia kembangkan secara bertahap membuahkan hasil positif. Semangka yang dihasilkan memiliki hasil panen yang stabil, dengan berat rata-rata 4-8 kg per buah. Lebih penting lagi, model ini berkontribusi dalam mengubah persepsi banyak anak muda tentang pembangunan ekonomi di kampung halaman mereka. Banyak anak muda di daerah tersebut kini mengeksplorasi pilihan pembangunan ekonomi pertanian daripada memilih meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di tempat lain.
Dari keringat hasil jerih payahnya di ladang tanah kelahirannya, Quân menuliskan kisah indah tentang ketekunan dan aspirasi. Ladang melon hijau subur saat ini tidak hanya memberikan penghasilan tetap bagi keluarganya, tetapi juga menjadi bukti nyata semangatnya yang berani, berkontribusi pada pembangunan tanah kelahirannya.
Sumber: https://baodanang.vn/bien-dat-hoang-thanh-dong-dua-ngot-3339128.html








Komentar (0)