
Pencairan es menyebabkan permukaan laut naik, mendistribusikan kembali massa di Bumi dan memperpanjang hari - Foto: BHASKAR ENGLISH
Penyebab utamanya berasal dari naiknya permukaan laut, yang mendistribusikan kembali massa di planet ini dan memperpanjang hari sekitar 1,33 milidetik per abad, menurut LiveScience pada 20 Maret.
Kecepatan rotasi Bumi bergantung pada bagaimana massa planet terdistribusi. Semakin jauh massa tersebar dari sumbu rotasi, semakin lambat kecepatan rotasinya: saat es di kutub mencair dan permukaan laut naik, massa Bumi bergeser, menyebabkan planet berputar lebih lambat.
Sebelumnya, faktor-faktor alami seperti gaya gravitasi Bulan dianggap sebagai pengaruh utama terhadap kecepatan rotasi Bumi. Gaya ini menyebabkan hari di Bumi memanjang sekitar 2,4 milidetik per abad.
Namun, proses lain yang disebut penyesuaian isostatik glasial—kenaikan kerak bumi secara perlahan setelah es mencair—membantu memperpendek durasi hari sekitar 0,8 milidetik per abad, menghasilkan peningkatan sekitar 1,7 milidetik.
Selain itu, fenomena jangka pendek seperti El Niño juga dapat memperlambat kecepatan rotasi untuk sementara waktu. Namun, menurut tim peneliti dari Universitas ETH Zurich (Swiss), dampak perubahan iklim semakin terlihat jelas dan tidak biasa.
Untuk menentukan sejauh mana perubahan di masa lalu, para ilmuwan menganalisis fosil organisme bersel tunggal dengan cangkang yang disebut foraminifera.
Data menunjukkan bahwa laju pemanjangan hari saat ini termasuk perubahan tercepat yang pernah tercatat dalam 3,6 juta tahun terakhir.
Di masa depan, jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, panjang hari dapat bertambah hingga 2,62 milidetik per abad pada tahun 2080.
Meskipun perubahan ini mungkin sulit untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, perubahan ini dapat memengaruhi sistem yang membutuhkan presisi tinggi, seperti satelit, pesawat ruang angkasa, dan teknologi penunjuk waktu.
Yang lebih penting lagi, temuan ini menunjukkan bahwa pemanasan global semakin cepat, dengan mencairnya es dan naiknya permukaan laut yang semakin nyata.
Sumber: https://tuoitre.vn/bien-doi-khi-hau-lam-cham-toc-do-quay-cua-trai-dat-20260327174131593.htm












Komentar (0)