Para peneliti di Rensselaer Polytechnic Institute (RPI) di New York, AS, telah menciptakan bakteri bernama Pseudomonas aeruginosa yang dapat mengubah polietilen, yang ditemukan dalam banyak barang plastik sekali pakai, menjadi sutra seperti jaring laba-laba dengan kandungan protein tinggi. Produk sutra bio ini berpotensi memiliki aplikasi di bidang tekstil, kosmetik, dan bahkan kedokteran.
Helen Zha, salah satu peneliti utama dalam proyek ini, mengatakan bahwa jenis serat ini hampir sekuat baja ketika diregangkan. Namun, serat ini enam kali lebih ringan daripada baja dan merupakan bioplastik yang fleksibel, tahan lama, tidak beracun, dan dapat terurai secara hayati.
Polietilen, yang ditemukan dalam produk-produk seperti kantong plastik, botol air, dan kemasan makanan, adalah penyumbang terbesar polusi plastik secara global dan dapat membutuhkan lebih dari 1.000 tahun untuk terurai secara alami.
Hanya sebagian kecil yang didaur ulang, sehingga bakteri yang digunakan dalam penelitian ini dapat membantu mempercepat proses "daur ulang". Sementara itu, proses penguraian plastik oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa hanya membutuhkan sedikit energi dan tidak memerlukan penggunaan bahan kimia beracun.
GIA BAO
Sumber






Komentar (0)