Di daerah Tan Tinh, Ibu Le Thi Kim Ngan telah secara signifikan mengurangi biaya memasaknya dengan menggunakan biogas dari peternakan babi.
Keluarga Ibu Ngan saat ini memelihara lebih dari 10 ekor babi untuk diambil dagingnya. Sebelumnya, limbah dari kandang babi dibuang ke kolam dan sungai di dekat rumah mereka. Sejak menerima dukungan untuk memasang digester biogas, semua limbah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam digester. Setelah terurai, biogas langsung dialirkan ke dapur.
Menurut Ibu Ngan, pada akhir tahun 2025, ketika mereka mulai menggunakan biogas, keluarganya tidak perlu lagi membeli gas dari luar tetapi akan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari dua keluarga, menghemat jutaan dong setiap tahun. Selain itu, kandang ternak akan lebih bersih, udara akan lebih berventilasi, dan tetangga tidak akan lagi mengeluh tentang bau busuk seperti sebelumnya.
Menuju pertanian hijau
Melalui proyek "Penguatan Kapasitas untuk Transisi Energi Terbarukan dan Pengelolaan Limbah untuk Keberlanjutan Lingkungan di Delta Mekong," yang didanai oleh ActionAid International di Vietnam, Kelurahan Khanh Hoa menerima dukungan untuk pemasangan total 410 tangki biogas. Dari jumlah tersebut, 50 rumah tangga peternak menerima satu tangki masing-masing, dan 120 rumah tangga budidaya perikanan menerima tiga tangki masing-masing, beserta tangki plastik komposit, kompor gas, dan sistem pasokan gas. Setiap tangki berharga hampir 12 juta VND, dengan proyek tersebut menyediakan 90% dari biaya dan warga hanya berkontribusi 10%. Total biaya implementasi mencapai 4,9 miliar VND. Ini dianggap sebagai dorongan yang signifikan, karena tanpa dukungan ini, banyak rumah tangga akan kesulitan untuk berinvestasi dalam produksi biogas.
Menurut Bapak To Thanh Nhi, Kepala Dinas Ekonomi , Infrastruktur, dan Perencanaan Kota Kelurahan Khanh Hoa, wilayah tersebut akan terus mempromosikan kampanye kesadaran untuk mengubah persepsi masyarakat dalam produksi, dan meminta rumah tangga menandatangani komitmen untuk tidak membuang limbah ke lingkungan. Pada saat yang sama, mereka akan mendorong masyarakat untuk terus menerapkan teknologi biogas dalam produksi untuk menjaga kebersihan lingkungan dalam peternakan dan budidaya perikanan. “Ketika limbah ternak ‘didaur ulang’ menjadi energi, dan ketika masyarakat secara proaktif mengubah metode produksi mereka, itulah fondasi untuk membangun pertanian hijau, sirkular, dan berkelanjutan. Ini juga merupakan salah satu solusi jangka panjang yang dituju Kelurahan Khanh Hoa dalam perjalanannya untuk menanggapi perubahan iklim,” tegas Bapak Nhi.
Dalam konteks kenaikan harga gas, model biogas membuktikan nilai praktisnya. Tidak hanya membantu mengurangi beban keuangan rumah tangga, tetapi juga merupakan solusi energi bersih yang selaras dengan tren pembangunan berkelanjutan. Dari tangki biogas di Khanh Hoa, kita dapat melihat munculnya pola pikir baru: tidak memandang sampah sebagai beban, tetapi sebagai "sumber daya."
Teks dan foto: SONG LE
Sumber: https://baocantho.com.vn/biogas-tu-chat-thai-chan-nuoi-mo-hinh-hieu-qua-a205938.html









Komentar (0)