Surat Edaran yang memuat Peraturan tentang Ujian Masuk Sekolah Menengah dan Sekolah Tinggi, yang baru-baru ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, menetapkan pelaksanaan umum tiga mata pelajaran/tes ujian: Matematika, Sastra, dan mata pelajaran atau tes ketiga yang dipilih oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan.
Pada pagi hari tanggal 8 Januari, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengumumkan Surat Edaran yang memuat Peraturan tentang penerimaan siswa ke sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.
Mengenai ujian masuk kelas 10, surat edaran baru tersebut menguraikan tiga metode penerimaan ke kelas 10 di sekolah menengah atas: ujian masuk, seleksi berdasarkan catatan akademik, atau kombinasi keduanya. Pilihan metode penerimaan berada di tangan pemerintah daerah setempat.

Mengenai metode ujian masuk untuk kelas 10 SMA, untuk memastikan keseragaman dan menjaga pandangan bahwa ujian harus tidak terlalu memberatkan dan mahal, surat edaran tersebut menetapkan bahwa akan ada tiga mata pelajaran/tes: Matematika, Sastra, dan mata pelajaran/tes ketiga yang dipilih oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan.
Mata pelajaran ujian ketiga dipilih dari antara mata pelajaran yang dinilai dalam kurikulum pendidikan menengah pertama, dengan memastikan bahwa mata pelajaran ujian ketiga yang sama tidak dipilih selama lebih dari tiga tahun berturut-turut.
Ujian ketiga adalah tes gabungan dari beberapa mata pelajaran yang dipilih dari mata pelajaran yang memiliki penilaian berjenjang dalam kurikulum pendidikan menengah pertama.
Untuk sekolah menengah atas di bawah Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, universitas, dan lembaga penelitian yang menyelenggarakan ujian masuk sendiri, mata pelajaran ujian ketiga atau ujian gabungan dari mata pelajaran yang tersisa akan dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, universitas, atau lembaga penelitian yang secara langsung mengelolanya.
Ujian ketiga atau ujian gabungan untuk beberapa mata pelajaran akan diumumkan setelah berakhirnya semester pertama, tetapi paling lambat tanggal 31 Maret setiap tahunnya.
Mengenai durasi ujian, surat edaran tersebut menetapkan: Sastra 120 menit; Matematika 90 menit atau 120 menit; mata pelajaran ketiga 60 menit atau 90 menit; ujian mata pelajaran gabungan 90 menit atau 120 menit.
Isi ujian didasarkan pada kurikulum sekolah menengah, terutama berfokus pada kelas 9.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, surat edaran ini dikembangkan untuk memastikan penerapan konkret ketentuan Undang-Undang Pendidikan 2019, sesuai dengan situasi praktis di daerah dalam pengelolaan dan pengorganisasian penerimaan siswa SMP dan SMA. Pada saat yang sama, surat edaran ini memastikan konsistensi dan keseragaman dengan Program Pendidikan Umum 2018, program pendidikan berkelanjutan SMP dan SMA saat ini, dan peraturan terkait tentang ujian, tes, dan penilaian.
Sumber: https://daidoanket.vn/bo-gddt-chot-thi-vao-lop-10-gom-3-mon-bai-thi-10297891.html










Komentar (0)