Kementerian Konstruksi baru saja menerbitkan Keputusan Nomor 744/QD-BXD tanggal 18 Mei 2026 tentang penerbitan data dan panduan mengenai menghubungkan, memanfaatkan, dan menggunakan data registrasi kendaraan untuk menggantikan dokumen kertas dalam menyelesaikan prosedur administrasi, yang berlaku segera setelah diterbitkan.
Oleh karena itu, Keputusan ini mengumumkan publikasi data dan memberikan panduan tentang cara mengakses, memanfaatkan, dan menggunakan data dalam basis data registrasi kendaraan untuk menggantikan dokumen kertas dalam menangani prosedur administrasi.
Dokumen pengganti tersebut meliputi: Sertifikat inspeksi keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan untuk kendaraan bermotor; Sertifikat pendaftaran untuk kapal laut; Sertifikat keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan untuk kapal perairan pedalaman; Sertifikat inspeksi keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan untuk kendaraan bermotor khusus.

Kementerian Konstruksi secara resmi telah menghapus sertifikat inspeksi kendaraan. (Gambar ilustrasi).
Oleh karena itu, mulai sekarang, pemilik kendaraan tidak perlu lagi menyerahkan salinan atau menunjukkan sertifikat/buku inspeksi asli. Sebagai gantinya, mereka dapat menggunakan sertifikat registrasi kendaraan yang terintegrasi ke dalam aplikasi VNeID saat melakukan inspeksi kendaraan atau prosedur terkait lainnya. Melalui pencarian data digital, waktu yang dibutuhkan untuk memproses prosedur administrasi akan dipersingkat secara signifikan.
Kementerian Konstruksi telah meminta kementerian, lembaga setingkat kementerian, dan Komite Rakyat provinsi dan kota untuk meninjau dan merestrukturisasi prosedur administrasi di sektor dan bidang manajemen masing-masing. Sejalan dengan itu, prosedur administrasi di bawah wewenang Komite Rakyat tingkat provinsi dan kecamatan akan menggunakan data dari Basis Data Registrasi Kendaraan untuk menggantikan dokumen kertas dalam proses aplikasi.
Sebelumnya, mulai 1 Maret, semua pusat inspeksi kendaraan di seluruh negeri mulai menerbitkan sertifikat elektronik untuk inspeksi keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan. Jika pemilik kendaraan memerlukan salinan kertas, pusat inspeksi akan mencetaknya langsung dari perangkat lunak manajemen (tanpa menggunakan formulir kertas) dan membubuhkan stempel sebagai konfirmasi sebelum menyerahkannya kepada pemilik.
Selanjutnya, menurut Keputusan Pemerintah Nomor 89/2026 yang baru-baru ini dikeluarkan, yang berlaku mulai 1 Januari 2027, mobil tidak lagi diwajibkan untuk menempelkan stiker inspeksi pada kaca depan. Pengelolaan kendaraan akan dilakukan sepenuhnya melalui data elektronik, dikombinasikan dengan sistem kamera AI dan platform digital.
Menurut perwakilan dari Vietnam Register, sejak Maret 2026, sektor inspeksi kendaraan telah menerapkan penerbitan sertifikat elektronik untuk inspeksi keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan, menggantikan salinan kertas. Hal ini lebih diperinci dalam Keputusan Pemerintah Nomor 89 Tahun 2026 tentang syarat-syarat pelaksanaan jasa inspeksi, yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Pemerintah.
Menurut Departemen Registrasi Kendaraan, ketika sertifikat inspeksi kendaraan akan segera habis masa berlakunya, pemilik akan diberitahu langsung melalui telepon sehingga mereka dapat secara proaktif membawa kendaraan mereka untuk diperiksa. Petugas penegak hukum yang melakukan pemeriksaan di pinggir jalan tidak lagi bergantung pada stiker seperti sebelumnya, tetapi akan mencari informasi melalui sistem data yang terhubung, dikombinasikan dengan kamera AI, untuk menentukan status inspeksi kendaraan.
Otoritas pendaftaran kendaraan juga akan berbagi data dengan instansi terkait untuk membantu pengelolaan dan pemantauan kendaraan.
Penghapusan stiker dianggap dapat mengurangi biaya pencetakan untuk pusat inspeksi kendaraan, sekaligus membatasi pengelupasan, kerusakan, atau pemalsuan stiker. Inspeksi juga akan lebih efisien dengan beralih ke data digital, alih-alih bergantung pada stiker di kaca depan kendaraan.
Sumber: https://vtcnews.vn/bo-xay-dung-chinh-thuc-xoa-so-giay-chung-nhan-dang-kiem-ar1018889.html








Komentar (0)