![]() |
Pharco FC dan klub-klub Mesir lainnya memboikot CAF. |
Menurut AS , Pharco FC, sebuah klub di Liga Utama Mesir, secara resmi mengumumkan boikot tanpa batas waktu terhadap semua turnamen yang diselenggarakan CAF. Perwakilan Mesir memprotes keputusan kontroversial CAF tersebut, menyatakan bahwa mereka tidak menerima pendekatan yang "tidak adil, bermotivasi politik , dan tidak sportif".
Selain Pharco FC, beberapa klub lain di Mesir dan Aljazair juga menyuarakan dukungan mereka untuk Senegal dan mengkritik CAF, mempertimbangkan kemungkinan memboikot turnamen kontinental. Beberapa klub besar seperti Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan) dan Simba SC (Tanzania) juga mengkritik keputusan tersebut, menyebutnya sebagai "keputusan yang memalukan".
Sebelumnya, tim nasional Senegal mempertimbangkan kemungkinan untuk tidak pernah lagi berpartisipasi dalam turnamen sepak bola Afrika, karena merasa diperlakukan tidak adil oleh CAF.
Pada 18 Maret, CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika Tengah) memutuskan untuk memberikan kekalahan 0-3 kepada Senegal atas aksi protes mereka saat final Piala Afrika 2025 (AFCON). Keputusan ini membuat Senegal kehilangan gelar Piala Afrika 2025, trofi yang sebelumnya mereka raih di kandang lawan setelah menang 1-0.
Hasil akhir diubah menjadi Maroko menang 3-0 dan meraih gelar AFCON 2025. Keputusan CAF tersebut menyebabkan perpecahan yang mendalam di dalam komunitas sepak bola Afrika, menuai kritik luas dari media dan pakar internasional, yang khawatir hal itu akan menjadi preseden berbahaya untuk turnamen di masa mendatang.
Sumber: https://znews.vn/bong-da-chau-phi-chao-dao-post1636133.html







Komentar (0)