Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Sepak bola Indonesia terjerat dalam kekerasan.

Tackle keras biasanya berujung pada skorsing tiga pertandingan, tetapi di Indonesia, insiden mengejutkan ini menyebabkan dua pemain dilarang berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola seumur hidup.

ZNewsZNews11/01/2026


Pemain Indonesia menendang wajah lawan. Pada 8 Januari, Dwi Pilihanto Nugroho dari KAFI FC melancarkan tendangan bergaya kung-fu langsung ke wajah Amirul Mutaqin saat kemenangan 1-0 mereka melawan UAD di Liga 4.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Liga 4 antara Universitas Ahmad Dahlan (UAD) FC dan Kampungqu Football Indonesia (KAFI) pada 8 Januari. KAFI menang 1-0, namun pada menit ke-78 pertandingan berubah menjadi kontroversi ketika Dwi Pilihanto Nugroho menendang kepala Amirul Mutaqin dari UAD secara langsung saat mencoba menghalau bola.

Tabrakan mengerikan itu membuat Mutaqin ambruk di lapangan kesakitan. Meskipun wasit hanya memberi Dwi kartu kuning, pemain UAD itu terpaksa meninggalkan lapangan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani rontgen karena rasa sakit yang hebat di rahangnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tulang yang patah, tetapi Mutaqin masih merasakan nyeri saat berbicara dan mengunyah, sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut selama 6-7 hari dan kemungkinan pemindaian CT jika kondisinya tidak membaik.

Setelah menerima laporan tersebut, Komite Disiplin PSSI melakukan investigasi dan menyimpulkan bahwa Dwi melanggar beberapa ketentuan Kode Disiplin 2025. Wendy Umar Seno Aji menegaskan bahwa ini adalah "pelanggaran serius yang menyebabkan cedera rahang pada pemain lawan."

Akibatnya, Dwi dilarang dari semua aktivitas sepak bola di Indonesia, didenda, dan langsung dipecat oleh KAFI. Klub mendukung keputusan tersebut, menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir perilaku apa pun yang bertentangan dengan semangat fair play, dan berharap ini akan menjadi pelajaran terakhir bagi sepak bola Indonesia untuk menghindari terulangnya insiden buruk seperti itu.

Indonesia Inggris 1

Insiden tersebut memicu kemarahan pada tanggal 5 Januari.

Tiga hari sebelumnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar juga pernah melakukan tekel brutal serupa saat Putra Jaya kalah dari Perseta 1970 Tulungagung 2-7 di babak 32 besar Liga 4. Hilmi dari Putra Jaya tidak merebut bola melainkan melancarkan tendangan ala kung fu tepat ke dada Firman Nugraha Adhiansyah.

Federasi Sepak Bola Jawa Timur (PSSI Jatim) memutuskan untuk melarang Hilmi bermain secara permanen dan mendendanya sebesar 2,5 juta rupiah. Putra Jaya FC juga langsung memutus kontrak Hilmi.

Rangkaian insiden kekerasan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia menghadapi krisis serius dalam hal disiplin dan sportivitas. Dengan tekel yang semakin sering dan berpotensi fatal, olahraga ini secara bertahap kehilangan semangat yang melekat padanya. Tanpa tindakan korektif yang drastis, prestise dan perkembangan sepak bola Indonesia akan terus terkikis.




Sumber: https://znews.vn/bong-da-indonesia-chim-trong-bao-luc-post1618776.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Paru-paru Saigon

Paru-paru Saigon

Garis finis

Garis finis

Tanah air berkembang pesat

Tanah air berkembang pesat