
Azman Rahman baru saja diangkat kembali sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Malaysia - Foto: Metro
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi telah mengembalikan jabatan Sekretaris Jenderal Datuk Noor Azman Rahman. Sebelumnya, beliau telah diskors dari tugasnya sejak pertengahan Oktober 2025 untuk memfasilitasi penyelidikan atas skandal yang melibatkan pemalsuan dokumen untuk tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Yang perlu diperhatikan, pelaksana tugas presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa federasi tidak perlu berkonsultasi dengan FIFA mengenai masalah ini. "Mengenai kasus Azman, kami tidak perlu meminta nasihat FIFA. Proses internal kami telah selesai dan dia telah dibebaskan," tegas Yusoff.
Langkah ini tidak menimbulkan kehebohan karena, bahkan pers Malaysia sebelumnya telah melaporkan bahwa Azman diskors oleh FIFA. Dan ia hanya akan dipulihkan statusnya jika Federasi Sepak Bola Dunia menyetujuinya.
Meskipun FAM menyimpulkan bahwa Azman hanya melakukan "kesalahan administratif" dan tidak bersalah, posisinya masih berada dalam ancaman serius.
FIFA saat ini sedang melakukan wawancara dan investigasi independen. Jika mereka mengeluarkan keputusan yang berbeda dari kesimpulan internal FAM, masa depan sekretaris jenderal ini akan kembali tidak pasti.
Kasus ini bermula dari penemuan bahwa dokumen asal tujuh pemain naturalisasi telah dipalsukan. Komisi Penyelidikan Independen (IIC) sebelumnya mengakui bahwa mereka tidak dapat menemukan dalang di baliknya karena kurangnya kerja sama dari berbagai pihak. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa Azman hanyalah kambing hitam atau bahwa tokoh-tokoh berpengaruh berada di balik manipulasi tersebut.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mohamad Mahathir pernah menyinggung skandal tersebut, dengan mengatakan, "Ada tokoh-tokoh berpengaruh yang percaya bahwa mereka tidak akan pernah terungkap, bahkan jika kebenaran terungkap."
Selain menghadapi FIFA, kepemimpinan FAM juga diinterogasi oleh Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM). Lebih dari 45 laporan polisi telah diajukan, dan setidaknya delapan tersangka telah diinterogasi.
Keputusan FAM untuk "terburu-buru" dan mengembalikan pejabat tinggi sebelum FIFA mencapai kesimpulan dianggap sebagai langkah berisiko.
Hal ini tidak hanya mengungkap keretakan dalam hubungan antara FAM dan FIFA, tetapi juga dapat menyebabkan sanksi yang lebih berat bagi sepak bola Malaysia di masa depan.
THANH DINH
Sumber: https://tuoitre.vn/bong-da-malaysia-ngo-lo-fifa-2026011115213193.htm






Komentar (0)