
Timnas U23 Vietnam (dengan jersey merah) mengalahkan timnas U23 Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam 20 tahun - Foto: AFC
Para pemain U23 Vietnam kembali disambut oleh para penggemar yang memadati Bandara Noi Bai pada malam tanggal 24 Januari.
Di antara kerumunan, ibu dari bek tengah Hieu Minh tak kuasa menahan air matanya saat menyambut kepulangan putranya dengan kursi roda.
Tidak ada medali yang lebih berat daripada air mata seorang ibu. Namun Hieu Minh dapat berbangga telah melakukan perjalanan yang tak terlupakan bersama tim U23 Vietnam di Arab Saudi, menyebabkan para penggemar Vietnam begadang merayakan kemenangan di jalanan.
Keenam pertandingan yang dimainkan tim U23 Vietnam di turnamen tersebut menghadirkan banyak emosi. Emosi kemenangan melawan lawan-lawan kuat yang belum pernah mereka kalahkan sebelumnya.
Perasaan sesak napas setelah mengalahkan tim U23 UEA 3-2 di babak perpanjangan waktu di perempat final dengan gaya permainan yang menuntut fisik.
Ada pula rasa bangga setelah mengalahkan Korea Selatan U23 dalam adu penalti, setelah harus bertahan selama 30 menit waktu tambahan hanya dengan 10 pemain di lapangan karena Dinh Bac mendapat kartu merah. Di samping itu, ada juga rasa sedih dan kecewa setelah kalah 0-3 melawan China U23 di semifinal karena salah menilai lawan.
Kemenangan melawan Korea Selatan U23 membuat para penggemar Asia menyebutnya sebagai "kemenangan yang menakjubkan bagi Vietnam U23 di Asia."
Sementara itu, media Korea Selatan menyebut kekalahan tim mereka sebagai hal yang memalukan dan tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Korea. Kemenangan melawan tim U23 Korea Selatan juga menyoroti satu hal: tim U23 Vietnam saat ini menang berdasarkan kekuatan dan kemampuan mereka sendiri.
Kesenjangan dengan negara-negara kuat seperti Korea Selatan atau Arab Saudi masih ada, tetapi telah menyempit secara signifikan berkat peningkatan kinerja, organisasi taktis, dan kontribusi individu yang berbeda.
Namun kekuatan tim U23 Vietnam tidak hanya terletak pada bagaimana mereka menang, tetapi juga pada bagaimana mereka membuat sepak bola Vietnam percaya pada dirinya sendiri.
Karena begitu kita berinvestasi dengan baik dalam pelatihan pemain muda dan berkompetisi dengan segenap aspirasi kita, kita dapat mencapai batas apa pun. Itulah semangat Vietnam dalam sepak bola, dan secara lebih luas, semangat sebuah bangsa yang memasuki era kemajuan.
Timnas U23 Vietnam meraih medali perunggu yang berharga di Kejuaraan AFC U23 2026. Dinh Bac juga mencetak sejarah bagi sepak bola Vietnam dengan memenangkan gelar "Pencetak Gol Terbanyak" dengan 4 gol dan 2 assist.
Ini bukan hanya pencapaian yang berkesan bagi Dinh Bac dan tim U23 Vietnam. Ini juga merupakan konfirmasi dari generasi pemain dengan potensi besar, yang semakin memperkuat harapan akan mimpi Piala Dunia sepak bola Vietnam.
Setelah hampir dua tahun bersama tim, Pelatih Kim Sang Sik telah membawa banyak kesuksesan bagi sepak bola Vietnam. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa perjalanan di Kejuaraan AFC U23 2026 menunjukkan bahwa tim U23 Vietnam sepenuhnya mampu bersaing di panggung kontinental, dan juga menjadi fondasi penting bagi para pemain untuk terus berkembang, dengan tujuan berkontribusi pada tim nasional di masa depan.
Fondasi ini telah dibangun melalui generasi pemain muda yang menjanjikan, yang memiliki kedewasaan dan pengalaman untuk bersaing di panggung kontinental.
Sekaranglah saatnya bagi sepak bola Vietnam untuk terus berinvestasi dalam meningkatkan level tim U23 saat ini, sehingga dapat meraih mimpi yang lebih besar, terutama Piala Dunia.
Sumber: https://tuoitre.vn/bong-da-viet-vuon-minh-20260126080106036.htm






Komentar (0)