Selama masa ujian ini, setiap hidangan di kantin sekolah menjadi "pos dukungan" yang sangat penting. Dengan hampir 400 hidangan yang disajikan setiap hari, kantin beroperasi dengan kapasitas penuh untuk memastikan bahwa siswa asrama menerima makanan yang paling lezat dan bergizi. Menu direncanakan dengan cermat oleh para koki, beragam dan kaya, termasuk hidangan kaya protein seperti ayam, ikan, daging sapi, dan daging babi, yang dipadukan secara harmonis dengan sayuran hijau segar, memastikan pasokan vitamin dan mineral penting yang cukup.



Ibu Nguyen Thi Diep, seorang juru masak berpengalaman, berbagi tentang ketelitian dalam setiap langkah persiapan: "Kesehatan anak-anak kami adalah prioritas utama kami. Kami selalu mendapatkan makanan dari pemasok terpercaya dengan kontrak lengkap dan faktur yang jelas, memastikan asal dan kualitasnya. Mulai dari sayuran dan buah-buahan hingga daging dan ikan, semuanya harus segar, lezat, dan memenuhi standar keamanan dan kebersihan makanan."
Yang membuat kantin sekolah di "kota berkabut" begitu istimewa dan menyentuh selama musim ujian tahun ini adalah kehadiran "koki cilik"—siswa-siswa yang lebih muda yang secara sukarela membantu. Lebih dari sekadar membantu pekerjaan, kehadiran mereka membawa energi positif, menyebarkan semangat persatuan dan berbagi di seluruh sekolah.
Vang Thi Tuyet Nhung, seorang siswa kelas 10A2, menjelaskan alasannya bergabung dengan tim relawan: "Saya melihat siswa kelas 12 bekerja keras dan harus menempuh perjalanan jauh dari rumah untuk ujian. Oleh karena itu, saya ingin berkontribusi sedikit untuk membantu mereka mendapatkan makanan lezat dan energi yang cukup untuk mengerjakan ujian dengan baik. Saya pikir ketika saya dapat membantu seseorang, saya juga merasa sangat bahagia."
Diketahui bahwa sejak pagi buta, Tuyet Nhung dan teman-temannya sudah berada di dapur, membantu para juru masak memilih sayuran, mencuci makanan, dan menyiapkan meja... Setiap tugas kecil ini dilakukan oleh anak-anak dengan antusias dan teliti.
Bersama tim relawan, Thào Ngọc Hoàng, seorang siswa dari kelas 11A1, menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam pemikirannya: "Ini adalah ujian yang sangat penting bagi para siswa. Kami merasa sangat senang dan bangga dapat berkontribusi bersama staf kantin dalam menyiapkan makanan lezat dan bergizi untuk para siswa yang mengikuti ujian. Meskipun hanya tugas-tugas kecil seperti menyiapkan mangkuk dan sumpit, membawa makanan, saya percaya bahwa kontribusi kecil ini akan membantu para kandidat merasa diperhatikan dan didorong, sehingga mereka dapat mencapai hasil yang baik dalam ujian."
Sikap kecil dan kata-kata sederhana namun tulus dari para siswa yang lebih muda menciptakan suasana hangat dan akrab, seperti sebuah keluarga besar. Kasih sayang ini tidak hanya menunjukkan kepedulian antar generasi siswa, tetapi juga menjadi bukti semangat "saling mendukung dan berempati" yang selalu dijaga dan dipromosikan di lingkungan sekolah berasrama.




Makanan yang disajikan di kantin sekolah Sa Pa Town Ethnic Boarding Secondary and High School bukan hanya tentang menyediakan nutrisi, tetapi juga mewujudkan kasih sayang, tanggung jawab, dan harapan.
Dengan sajian makanan berkualitas, dorongan yang tulus, dan dukungan antusias dari para "koki cilik," diharapkan para siswa asrama di sekolah ini memiliki kesehatan yang cukup dan semangat yang kuat untuk lulus ujian kelulusan SMA tahun 2025 dengan hasil terbaik, membawa prestasi yang layak bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan sekolah.
Sumber: https://baolaocai.vn/bua-com-am-long-si-tu-post403890.html






Komentar (0)