Seperti ritme pernapasan yang familiar.
Di Buon Ma Thuot, orang-orang tidak saling bertanya "Mau minum-minum?" tetapi selalu mengajak: "Ayo minum kopi!". Ajakan ini datang secara alami, seperti bernapas, membuka percakapan mulai dari kenalan biasa hingga persahabatan yang erat.
![]() |
| Menikmati kopi - sebuah tradisi budaya sederhana masyarakat Buon Ma Thuot. |
Penduduk Buon Ma Thuot minum kopi kapan saja, baik pagi-pagi sekali sebelum bekerja, siang hari saat beristirahat, atau bahkan di malam hari untuk berkencan… Penduduk kota pegunungan ini senang menghabiskan waktu duduk bersama, mengobrol, menikmati kopi dengan santai; atau sekadar duduk sendirian, mengamati orang-orang yang berlalu lalang, untuk menenangkan diri, menikmati, dan merenung.
Di sini, tampaknya kopi telah meresap ke setiap aspek kehidupan sehari-hari. Anda dapat menemukan gambar orang lanjut usia yang santai membaca koran sambil menikmati secangkir kopi, anak muda yang mengobrol dengan riang, atau petani yang mendiskusikan harga produk pertanian.
Bapak Le Phan Hoang (Kelurahan Buon Ma Thuot) berbagi kebiasaannya: “Bagi saya, menikmati kopi bukan hanya tentang rasanya, tetapi juga perasaan yang saya dapatkan dari duduk di tempat yang nyaman. Saya suka minum kopi di pagi hari atau sore hari. Kedua waktu itu adalah saat-saat di mana laju kehidupan cukup lambat sehingga saya dapat mengamati segala sesuatu di sekitar saya.”
Bagi Luu Hoang Long (Kelurahan Buon Ma Thuot), seorang kreator konten di platform TikTok, kafe-kafe yang baru dibuka selalu memiliki daya tarik tersendiri. Kafe-kafe tersebut adalah tempat di mana ia dapat bekerja sekaligus memuaskan hasratnya untuk menjelajahi ruang, cerita, dan pengalaman unik yang ditawarkan oleh setiap pemiliknya. Namun, di balik citra dinamis seorang anak muda yang melek teknologi, tersembunyi jiwa yang menghargai nilai-nilai lama. Long berbagi bahwa ia selalu lebih menyukai kopi saring Vietnam tradisional yang sederhana. Tempat favoritnya bukanlah tempat yang glamor, tetapi terkadang hanya sudut trotoar. Di sana, menyeruput secangkir kopi yang nikmat, mengamati orang-orang yang lewat, dan menikmati suara-suara sederhana, itulah cara ia merasakan ritme kehidupan yang intim.
Membanggakan dan menginspirasi…
Penduduk Buon Ma Thuot dikenal "pemilih" dalam hal menikmati kopi. Kopi yang baik harus murni, dengan rasa yang kaya dan khas, rasa pahit yang bersih diikuti oleh rasa manis yang dalam, dan aroma yang berbeda. Berlandaskan rasa pahit yang kaya dan tradisional ini, kreativitas sangat ditunjukkan melalui variasi unik seperti kopi telur krim dan kopi asin yang kuat, yang menyenangkan penduduk lokal dan wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Selain memuaskan selera, suasana juga merupakan ciri khas yang membentuk aspek budaya ini. Buon Ma Thuot memiliki "ekosistem" kedai kopi yang sangat beragam. Ini dapat mencakup tempat-tempat ikonik seperti Museum Kopi Dunia , kafe taman, model pertanian eksperimental ramah lingkungan, dan juga kafe trotoar sederhana dan bersahaja yang terletak di bawah naungan pohon-pohon tua.
![]() |
| Warga lokal dan wisatawan menikmati kopi di Arul House. |
Ibu H'Len Niê, pemilik Arul House, sebuah kafe dengan ruang yang sangat berakar pada budaya lokal di desa Akô Dhông (kelurahan Buôn Ma Thuột), berbagi bahwa ia membuka kafe tersebut bukan hanya untuk menjual minuman tetapi juga untuk memperkenalkan keindahan budaya Êđê. Di tengah rumah panggung panjang tradisional, pengunjung dapat menyentuh kursi kpan, mengagumi gong dan guci kuno, dan dengan santai menikmati secangkir kopi berkualitas tinggi yang dibuat dengan tangan. Baginya, setiap cangkir kopi yang disajikan kepada pengunjung membawa rasa bangga akan akar budayanya, mengubah kafe tersebut menjadi tempat yang penuh ikatan, menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta yang mendalam terhadap tanah kelahirannya.
Kecintaan dan kebanggaan yang melekat inilah yang secara alami telah berubah menjadi keramahan khas masyarakat di sini. Masyarakat Buon Ma Thuot tidak menyimpan cita rasa ini untuk diri mereka sendiri. Kebiasaan umum saat menyambut teman dan kerabat dari jauh adalah mengundang mereka minum kopi. Bersamaan dengan itu, bungkusan kopi bubuk yang harum dan biji kopi panggang murni menjadi hadiah berharga, membawa serta kebanggaan ini saat mereka melakukan perjalanan ke seluruh penjuru negeri. Begitulah budaya dan cita rasa kopi Buon Ma Thuot menyebar secara diam-diam…
Buon Ma Thuot baru-baru ini menerima kabar gembira ketika majalah National Geographic (AS) menempatkannya di peringkat keempat dalam daftar "15 destinasi kuliner paling luar biasa di dunia pada tahun 2026" berkat budaya kopinya yang unik dan wilayah penghasil kopi Robusta terkemuka.
Lan Anh
Sumber: https://baodaklak.vn/van-hoa-xa-hoi/202606/ca-phe-buon-ma-thuot-lang-le-va-lan-toa-01005fa/








