Pilihan bahasa ekspresif yang berani dan pemanfaatan materi rakyat secara menyeluruh telah menjadikan karya ini sebagai contoh menarik dalam sejarah kreatif teater saat ini.
Dongeng, wayang, dan bambu adalah hal-hal yang sudah dikenal oleh generasi penonton teater, tetapi ketika digabungkan dalam "Tam Cam," semuanya dihidupkan dengan cara yang sangat modern. Bambu bukan lagi sekadar material, tetapi berperan sebagai karakter yang membangkitkan "kenangan visual": bambu menciptakan latar panggung, bambu membentuk karakter. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak menjelajahi museum emosi pedesaan Vietnam Utara – tempat yang identik dengan hutan bambu, dongeng, dan pertunjukan wayang musim semi.
Selain itu, pertunjukan ini juga memiliki kekuatan signifikan dalam menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan bahasa teater modern. Desain panggung bertingkat, yang sangat kontras dengan teater wayang tradisional, menunjukkan pendekatan yang berani dan eksperimental. Tim kreatif dengan terampil mengubah penceritaan tradisional menjadi panggung modern dengan banyak elemen sugestif, menekankan penyampaian pesan melalui citra visual dan penceritaan berlapis di berbagai tingkatan panggung. Penggunaan opera tradisional Vietnam (chèo) sebagai benang naratif juga menciptakan dialog modern antara berbagai bentuk seni tradisional di satu panggung.
Untuk waktu yang lama, menemukan arah bagi panggung, bahkan untuk mereka yang dengan bangga "buka sepanjang tahun" seperti Teater Wayang Thang Long, telah menjadi perhatian konstan bagi generasi seniman. Dalam perjalanan ini, mudah untuk melihat bahwa kembali dan sepenuhnya memanfaatkan nilai-nilai budaya rakyat tradisional selalu menghasilkan hasil yang tak terduga. Dan melalui "Tam Cam," publik semakin menyadari potensi pengembangan seni teater Vietnam dalam menceritakan kisah yang sangat tradisional dengan pendekatan modern. Teater tradisional secara umum, dan seni wayang khususnya, sangat membutuhkan platform untuk bereksperimen, berkreasi sepenuhnya, dan memikat penonton masa kini.
Sumber: https://hanoimoi.vn/ca-phe-cuoi-tuan-mot-phep-thu-hay-725258.html







Komentar (0)