Restoran dan layanan makanan di Berlin, Jerman, menghadapi tantangan signifikan karena meningkatnya biaya operasional. Konsumen juga menjadi lebih sensitif terhadap harga karena krisis biaya hidup. Faktor-faktor ini telah menyebabkan penutupan banyak restoran di Berlin, bahkan tempat-tempat mewah yang digemari pelanggan.
Di dalam dapur sebuah restoran berbintang Michelin di Berlin, Jerman, para koki sedang menyiapkan bahan-bahan untuk hari kerja yang baru. Bahan-bahannya segar dan tampak menarik secara visual, tetapi suasana di dapur tidak begitu cerah. Kancah kuliner kelas atas Berlin semakin menyusut. Banyak restoran berbintang Michelin telah tutup dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga sewa, tagihan energi yang lebih tinggi, dan harga produk lokal yang meroket telah mendorong biaya operasional ke tingkat yang dianggap tidak berkelanjutan oleh banyak restoran.
Billy Wagner, pemilik restoran Nobelhart & Schmutzig, mengatakan: "Jumlah pelanggan kami menurun, sementara biaya operasional terus meningkat. Kami telah mencoba untuk bersikap fleksibel, menyesuaikan beberapa hal agar lebih mudah diakses oleh pelanggan, tetapi tetap saja sangat sulit."
Biasanya, akhir tahun adalah waktu tersibuk bagi industri makanan dan minuman, tidak hanya di Jerman. Namun, tahun ini, karena situasi ekonomi global yang sulit, banyak restoran merasa tidak yakin. Perkiraan dari perusahaan riset pasar IntoTheMinds menunjukkan bahwa restoran di seluruh Jerman mengalami penurunan pendapatan sebesar 17% sementara biaya meningkat sebesar 32%. 70% dari responden survei mengatakan mereka makan di luar lebih jarang.
Jules Winfield, pemilik restoran Bonvivant, berbagi: "Kami mencoba melihat segala sesuatunya secara optimis di akhir tahun, tetapi tahun ini, banyak acara dan bahkan pesta Malam Tahun Baru yang telah dipesan pelanggan telah dibatalkan. Jumlah turis juga berkurang. Situasinya sangat mengkhawatirkan."
Perwakilan industri mengatakan masalah ini meluas lebih dari sekadar restoran individual. Asosiasi Hotel dan Restoran DEHOGA mendesak pemerintah Berlin untuk meningkatkan rute penerbangan dan menghidupkan kembali pariwisata pameran dagang, yang dulunya merupakan sumber pelanggan penting bagi banyak restoran di kota tersebut. Lebih lanjut, industri restoran berharap tahun depan akan lebih positif, karena Jerman akan secara permanen mengurangi PPN untuk restoran dan layanan makanan dari 19% menjadi 7% mulai 1 Januari 2026.
Sumber: https://vtv.vn/cac-nha-hang-duc-thu-hep-hoat-dong-do-ap-luc-chi-phi-100251120051308618.htm






Komentar (0)