Dalam kehidupan serba cepat di era digital, di mana ucapan selamat sering dikirim melalui telepon, banyak yang khawatir bahwa kaum muda secara bertahap kehilangan minat pada tradisi Tet (Tahun Baru Imlek). Namun, kenyataan menunjukkan perspektif yang berbeda: bagi generasi muda, Tet masih mempertahankan nilai intinya sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan keluarga dengan cara yang unik dan mendalam.

Dahulu, anak muda sering bercanda mengatakan mereka "takut" pada Tet (Tahun Baru Imlek), takut akan pertanyaan pribadi, takut membersihkan rumah, takut akan prosedur yang rumit... Namun, setelah perubahan dalam kehidupan dan tekanan kerja, pola pikir ini secara bertahap berubah.
Banyak anak muda menyadari bahwa Tet (Tahun Baru Imlek) adalah satu-satunya waktu dalam setahun ketika seluruh keluarga dapat mengesampingkan semua kekhawatiran hidup untuk duduk bersama. Ikatan itu bukan tentang pesta mewah, tetapi tentang momen-momen yang dihabiskan bersama ibu pergi ke pasar bunga, bersama ayah mengecat ulang pagar, atau bersama saudara-saudara mengawasi sepanci kue beras ketan pada malam Tahun Baru.
Alih-alih merayakan Tet secara pasif, kaum muda secara proaktif menciptakan cara-cara baru untuk menghubungkan antar generasi dalam keluarga mereka: turun tangan belajar cara membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam), memasak hidangan tradisional, atau mengambil foto dan membuat video pendek untuk mengabadikan momen kebersamaan. Inilah cara mereka melestarikan "semangat" Tet dan memperkuat ikatan keluarga.
Bagi kaum muda, ikatan sejati selama Tet (Tahun Baru Imlek) bukanlah tentang duduk bersebelahan dengan ponsel di tangan. Tren "Tet tanpa ponsel" sedang dianut oleh banyak kaum muda. Mereka belajar mendengarkan cerita-cerita lama dari kakek-nenek dan orang tua mereka serta berbagi rencana mereka sendiri. Momen-momen inilah yang membantu anggota keluarga lebih dekat dan lebih memahami satu sama lain.
Tradisi Tet (Tahun Baru Imlek) di benak kaum muda belum kehilangan maknanya; hanya saja telah berubah dari ritual yang kaku menjadi nilai-nilai emosional yang lebih praktis. Ini adalah waktu untuk pulang kampung, untuk menemukan tempat yang damai di tengah hiruk pikuk kehidupan.
Sumber: https://baotayninh.vn/cach-nguoi-tre-giu-hon-tet-viet-137276.html







Komentar (0)