Messi menderita masalah psikologis dan harus menjalani terapi. |
Dalam sebuah wawancara jujur di program Antes Que Nadie di LUZU TV , yang diadakan di apartemen mewahnya yang menghadap stadion Inter Miami, Messi menceritakan untuk pertama kalinya periode tergelap dalam hidupnya. Ia mengakui hidup dalam keadaan stres berkepanjangan, menjadi tertutup, mudah tersinggung, dan selalu merasa tidak aman.
"Ada kalanya saya menjadi orang yang sangat tidak menyenangkan," kata Messi, ketika semua ekspektasi dari klub dan tim nasional membebani pundaknya.
Yang menarik, Messi secara jujur mengakui pernah menjalani terapi psikologis saat bermain untuk Barcelona: "Awalnya, saya sangat enggan. Saya adalah tipe orang yang suka menyimpan semuanya sendiri, selalu berusaha mengatasi semuanya sendiri. Tetapi terapi membantu saya belajar menghadapi emosi, mengelola tekanan, dan menemukan keseimbangan kembali."
Itu adalah titik balik yang tenang dan menentukan dalam perjalanan untuk membantu Leo keluar dari penyakit mentalnya dan terus berdiri teguh di puncak sepak bola dunia .
"El Pulga" juga mengakui bahwa ia menjalani kehidupan yang sangat berprinsip dan sangat terorganisir. Bahkan perubahan kecil dalam rutinitasnya pun membuatnya kesal.
Sifat introvertnya terkadang mendorong Messi semakin dalam ke dalam emosi negatif. Di saat-saat seperti itu, orang yang paling cepat menariknya kembali adalah putranya, Mateo. Dukungan emosional yang sederhana namun efektif.
Percakapan itu tidak berputar حول gelar atau rekor, tetapi berakhir dengan gambaran Messi yang sangat biasa. Dia bahagia dengan keluarganya, menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Bagi Leo, mungkin kemenangan terbesar adalah mengatasi dirinya sendiri, dari sesi terapi hingga menemukan ketenangan pikiran.
Sumber: https://znews.vn/can-benh-cua-messi-post1618126.html






Komentar (0)