
“Centang biru” juga... palsu
Memasuki musim liburan musim panas 2025, permintaan masyarakat untuk mencari tiket pesawat, memesan tur, serta memesan kamar hotel dan resor meningkat. Memanfaatkan momen ini, para penipu telah menggunakan berbagai trik canggih, menyamar sebagai agen perjalanan, kawasan wisata, atau hotel untuk mengambil alih properti, yang menyebabkan kerugian finansial yang serius dan hilangnya kepercayaan masyarakat.
Pada awal Juli, bertepatan dengan liburan musim panas anaknya, Bapak Thanh Nhat (Kelurahan Quang Phu, Kota Da Nang ) berencana mengajak keluarganya ke Quy Nhon (Gia Lai). Setelah meninjau akomodasi, Bapak Nhat menemukan hotel yang cocok untuk menginap. Namun, ketika mengetik nama hotel untuk mencari fanpage yang dapat dihubungi, Bapak Nhat menemukan... 5 fanpage dengan nama, alamat, gambar, dan informasi terkait yang sama.
Saya hampir tertipu ketika mengirim pesan teks ke fanpage dengan "centang biru" yang bertuliskan nama hotel yang ingin saya pesan. Akun ini mengunggah banyak gambar yang identik dengan situs web resmi hotel. Namun, saya memutuskan untuk menghubungi nomor telepon resor secara langsung untuk memverifikasi dan diberi tahu bahwa nomor telepon dan informasi transfer deposit yang diberikan oleh fanpage tersebut palsu. Untungnya, saya belum mentransfer uangnya, kalau tidak, saya akan kehilangan semuanya,” kata Bapak Nhat.
Ibu Nguyen Thi Le, perwakilan dari Han Giang Tourism Service Company Limited (berkantor pusat di distrik Cam Le) menyampaikan bahwa ada banyak kasus peniruan perusahaan perjalanan untuk menjual tiket pesawat, memesan tur, dan memesan kamar hotel selama musim puncak turis untuk melakukan penipuan.
“Memanfaatkan ketakutan pelanggan akan kekurangan kamar dan harga tinggi selama musim turis, penipu akan mendekati mereka dengan menggunakan halaman palsu, memasang iklan, dan memposting informasi secara luas di platform jejaring sosial.
Setelah mendekati orang yang membutuhkan, pelaku menggunakan gambar dari alamat asli untuk memikat, mendesak, dan meminta pelanggan mentransfer deposit ke jumlah yang sesuai. "Semua orang harus waspada, dan dapat memesan melalui perusahaan perjalanan tepercaya dengan alamat yang jelas," ujar Ibu Le.
Hati-hati, periksa dari berbagai sumber
Menurut perwakilan Departemen Keamanan Siber dan Pencegahan Kejahatan Teknologi Tinggi Kepolisian Kota Da Nang, penipu sering kali menyewa jasa untuk memberikan centang biru di Facebook atau membeli akun Facebook yang sudah memiliki centang biru, lalu mengubah namanya menjadi nama daerah wisata, hotel, resor, atau bisnis perjalanan yang memiliki reputasi baik.
Akun-akun ini digunakan untuk memasang iklan dan mengunggah informasi tentang pemesanan tiket pesawat dan kamar hotel, sehingga membangun kepercayaan pengguna. Mereka juga menawarkan program perjalanan menarik dengan harga lebih istimewa daripada hotel resmi, serta informasi tentang ketersediaan tiket dan kamar yang melimpah untuk menghindari kecurigaan. Banyak halaman Facebook bahkan menjiplak semua konten resmi hotel asli, sehingga sulit dikenali.
Setelah menarik perhatian, pelaku meminta korban untuk mentransfer uang terlebih dahulu sebagai deposit, memberikan kode pemesanan palsu, dan terus meminta pembayaran penuh. Ketika korban menemukan atau mencurigai adanya penipuan, akun-akun ini seringkali dikunci atau dihapus, sehingga sulit dilacak.
Kolonel Nguyen Thanh Long, Wakil Direktur Kepolisian Kota Da Nang, mengimbau masyarakat untuk sangat waspada saat memesan kamar atau membeli paket perjalanan secara online. Pertama, penting untuk memeriksa informasi dari akun media sosial yang mengiklankan layanan, termasuk Facebook, TikTok, atau situs web resmi bisnis dan penyedia akomodasi. Kebanyakan akun palsu baru dibuat, baru saja berganti nama, atau baru memasang iklan dalam waktu singkat. Masyarakat dapat dengan mudah mengenali tanda-tanda ini dan sebaiknya tidak bertransaksi dengan akun yang mencurigakan.
"Selain itu, untuk memastikan keamanan, masyarakat sebaiknya menghubungi langsung melalui nomor telepon resmi maskapai penerbangan, hotel, dan resor untuk memverifikasi kode pemesanan atau mengevaluasi reputasi agen sebelum melakukan pembayaran. Jika terjadi penipuan dan properti mereka dirampas secara online, masyarakat harus segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk mendapatkan bantuan," saran Kolonel Nguyen Thanh Long.
Sumber: https://baodanang.vn/can-trong-bay-lua-mua-du-lich-3265389.html
Komentar (0)