Mungkin di masa lalu yang jauh, para petani pesisir di daerah berpasir tidak dapat menanam rempah-rempah khas yang mereka gunakan sehari-hari. Sederhananya, tomat hanya tersedia di musim dingin, dan nanas di musim panas... tidak tersedia sepanjang tahun seperti sekarang. Oleh karena itu, kebutuhan adalah ibu dari penemuan. Semangkuk sup ikan yang terbuat dari ikan kembung, ikan teri, dan ikan kecil lainnya dapat dibuat dari bahan-bahan yang ditemukan di kebun kecil mereka yang sederhana, seperti beberapa daun bawang, daun asam, batang talas..., bersama dengan sedikit kemangi, mint, dan ketumbar. Hidangan sederhana dan tradisional ini tetap lezat hingga hari ini.
Ikan nila adalah jenis ikan yang dulunya ada, tetapi secara keliru dikategorikan sebagai ikan pesisir omnivora, sehingga saya perhatikan bahwa hanya sedikit orang yang memakannya di pasar pada tahun 1980-an. Saat itu, karena populasi dan kelimpahan ikan yang lebih kecil, orang bahkan meremehkan ikan kakap hijau, pari, hiu, dan barramundi... dan tentu saja, nila. Sekarang berbeda; semuanya telah menjadi hidangan spesial yang lezat.
Terdapat beberapa jenis ikan kakap, seperti kakap berbintik dan kakap hitam, dengan kakap berbintik yang lebih lezat. Kakap hidup di dekat pantai, memakan rumput laut dan lumpur, sehingga dagingnya memiliki cita rasa yang khas: aroma rumput laut, harum dan sedikit tajam, sehingga membuat ketagihan. Sejak diperkenalkannya budidaya keramba, kakap menjadi semakin melimpah. Mereka menempel pada keramba, makan bersama ikan lain saat masih muda, dan saat tumbuh, mereka tetap tinggal, menghasilkan daging yang lebih lezat dan berlemak.
Meskipun memiliki aroma yang khas dan lezat, ikan kakap memiliki rasa amis, sehingga paling cocok dipanggang dengan cabai atau dikukus dengan bumbu yang kuat. Untuk sup asam, ikan ini harus dipadukan dengan rempah-rempah yang beraroma kuat, dan daun perilla adalah pilihan terbaik. Sup kakap yang dimasak dengan daun perilla menghasilkan cita rasa yang sangat mengesankan. Ikan yang lembut dan harum tersebut meresap dengan aroma daun perilla, membuat sup dan potongan ikan menjadi sangat aromatik. Semangkuk sup kakap dengan daun perilla terasa lezat, manis, dan kaya rasa dari kuah hingga ikannya, sehingga siapa pun yang mencicipinya sekali pasti ingin lagi. Cobalah sup kakap buatan ibu Anda dengan daun perilla untuk merasakan kekayaan rasa laut di kampung halaman Anda.
TRA MY
Sumber: https://baokhanhhoa.vn/doi-song/am-thuc/202407/canh-ca-dia-la-e-bbf7321/






Komentar (0)