Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Sepasang patung Garuda yang membunuh ular di Thap Mam

Báo Văn HóaBáo Văn Hóa15/12/2024


VHO - Sepasang patung Garuda yang membunuh ular di Thap Mam merupakan bukti megah perpaduan bakat artistik dan kedalaman filosofis budaya Champa. Ditemukan pada tahun 2011 di situs Thap Mam (An Nhon, Binh Dinh), sepasang patung ini diakui sebagai Harta Nasional pada tahun 2017. Terbuat dari batu silika berbutir halus dan menampilkan ukiran yang teliti, patung-patung ini bukan hanya warisan artistik tetapi juga kisah mitologi yang bermakna, menggambarkan harmoni antara kekuatan dan pertentangan, antara terang dan gelap.

Sepasang patung Garuda membunuh ular di Thap Mam - foto 1

Mitologi dan Seni: Sebuah Simbol Abadi

Dalam mitologi Brahmanisme, Garuda adalah burung mitos, raja dari semua burung, dan simbol cahaya, kekuatan, dan kebebasan. Musuh bebuyutan Garuda adalah Naga – dewa ular yang mewakili kegelapan dan kekuatan purba. Legenda mengatakan Garuda membalas dendam atas kematian ibunya dengan menghancurkan Naga, dan kemudian menjadi tunggangan dewa Wisnu. Hubungan antara Garuda dan Naga bukan hanya pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, tetapi juga melambangkan keseimbangan di alam semesta.

Sepasang patung yang menggambarkan Garuda membunuh ular secara gamblang menggambarkan Garuda menaklukkan Naga. Garuda berdiri tegak, sayapnya terbentang lebar seolah ingin menembus ruang angkasa, paruhnya mencengkeram erat tubuh ular, matanya yang besar dan bulat dipenuhi tekad. Di bawahnya, Naga diinjak-injak oleh kaki Garuda, tubuhnya menggeliat tetapi tak berdaya. Setiap detail kecil, seperti kelopak bunga lotus pada hiasan kepala Kirita-mukuta, kalung, atau manik-manik dekoratif, diukir dengan cermat, menciptakan keseimbangan dan harmoni yang menakjubkan.

Pertarungan antara terang dan gelap

Sepasang patung ini tidak hanya menggambarkan konfrontasi tetapi juga menyampaikan filosofi mendalam tentang keseimbangan di alam. Garuda mewakili cahaya dan kebebasan, melampaui semua batasan, sementara Naga mewakili kegelapan dan kekuatan terpendam alam. Kedua elemen yang tampaknya berlawanan ini saling melengkapi, menyoroti filosofi "kebaikan dan kejahatan berdampingan" dalam budaya Champa.

Garuda, dengan penampilannya yang agung, melambangkan pembebasan, menegaskan bahwa cahaya dan keadilan akan selalu menang. Sementara itu, citra Naga, meskipun tampak tenang, tetap mempertahankan keindahan lembutnya, sebuah pengingat bahwa kegelapan tidak sepenuhnya lenyap, tetapi selalu ada sebagai bagian integral dari keseimbangan kosmik. Kontras ini, ketika diekspresikan dalam seni, telah menjadi harmoni yang luar biasa antara bentuk dan isi, antara keindahan dan keagungan.

Ciri khas unik seni Champa: Dari bentuk hingga detail.

Sepasang patung Garuda yang membunuh ular di Thap Mam adalah puncak seni pahat Champa, yang menampilkan keahlian luar biasa dan perhatian yang cermat terhadap detail. Batu silika berbutir halus tidak hanya memberikan daya tahan tetapi juga memungkinkan para perajin untuk menggambarkan setiap garis karya seni dengan jelas. Secara khusus, permukaan batu diolah dengan cermat, menciptakan sentuhan lembut meskipun sifatnya yang keras.

Detail-detail seperti untaian manik-manik bulat, kelopak bunga teratai pada topi Kirita-mukuta, atau lekukan sayap dan tubuh ular semuanya menunjukkan perhatian yang cermat terhadap detail. Ini bukan sekadar hiasan tetapi juga memiliki makna simbolis: manik-manik bulat membangkitkan keabadian, kelopak bunga teratai melambangkan pencerahan, sementara lekukan tubuh ular menekankan kelembutan dan gerakan alam.

Di luar bentuknya yang seimbang, sepasang patung ini juga menciptakan harmoni antara elemen-elemen yang kontras. Sayap Garuda yang terbentang tampak menembus batas ruang, sementara tubuhnya yang berliku-liku melambangkan kelembutan dan fleksibilitas. Kombinasi kekuatan dan keanggunan, otoritas dan elegansi, menciptakan karya yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga memiliki kedalaman filosofis yang mendalam.

Nilai-nilai budaya dan spiritual

Sepasang patung Garuda yang membunuh ular bukan hanya sebuah pencapaian artistik tetapi juga simbol budaya dengan makna spiritual yang mendalam. Dalam budaya Champa, setiap detail pada patung diukir bukan hanya untuk tujuan estetika tetapi juga untuk menyampaikan nilai-nilai filosofis dan religius. Garuda dan Naga bukan hanya dua tokoh mitologi, tetapi juga mewakili interaksi antara umat manusia dan alam semesta, antara kehidupan eksistensial dan dunia spiritual.

Diakui sebagai Harta Nasional, sepasang patung ini bukan hanya warisan Champa tetapi juga sumber kebanggaan bagi budaya Vietnam. Setiap detailnya, dari bentuk yang besar hingga motif yang kecil, merupakan bukti kreativitas dan pemikiran abadi para perajin Champa. Patung-patung ini tidak hanya menggambarkan sebuah cerita tetapi juga berfungsi sebagai pengingat akan harmoni dalam alam dan kehidupan.

Sebuah pesan abadi dari batu.

Sepasang patung Garuda yang membunuh ular di Thap Mam adalah karya seni yang tidak hanya untuk dikagumi tetapi juga untuk direnungkan. Melalui tangan para pengrajin Champa, batu bukan lagi benda mati tetapi menjadi tempat bersemayamnya mitologi, sebuah konvergensi kekuatan dan harmoni, cahaya dan kegelapan.

Karya ini tidak hanya menceritakan kisah pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keseimbangan dan harmoni di alam semesta. Ini adalah nilai yang abadi, nafas sejati budaya Champa, dan sumber inspirasi yang tak henti-hentinya bagi generasi mendatang.



Sumber: https://baovanhoa.vn/van-hoa/cap-tuong-garuda-diet-ran-thap-mam-115443.html

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Pohon api di Bukit A1

Pohon api di Bukit A1

Pemetaan untuk merayakan Hari Pembebasan pada tanggal 30 April.

Pemetaan untuk merayakan Hari Pembebasan pada tanggal 30 April.

Patriotisme ada dalam gen kita.

Patriotisme ada dalam gen kita.