
Menyadari pentingnya donor darah untuk menyelamatkan nyawa, sejak usia muda, Bapak Hung selalu antusias berpartisipasi dalam kegiatan sukarela yang diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda Kelurahan dan Palang Merah Provinsi. Baginya, setiap donor darah bukan hanya tindakan amal, tetapi juga tanggung jawab warga negara kepada masyarakat. Dengan proaktif mempelajari dan mendengarkan informasi tentang manfaat donor darah, Bapak Hung selalu siap hadir di tempat donor darah setiap kali kesehatannya memungkinkan. Tetesan darah yang tampaknya kecil itu memiliki arti yang sangat penting, berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa banyak pasien dalam kondisi kritis.
Tidak hanya berpartisipasi secara langsung, Bapak Hung juga secara aktif mendorong teman dan koleganya untuk bergabung dalam gerakan donor darah sukarela. Bapak Hung selalu berbagi bahwa darah yang didonorkan tidak akan hilang, tetapi tubuh akan dengan cepat meregenerasi darah baru. Ini tidak hanya aman bagi pendonor, tetapi juga membawa kegembiraan karena mengetahui bahwa mereka baru saja melakukan sesuatu yang bermakna.
Dalam benak Hung, pepatah "Setiap tetes darah yang disumbangkan menyelamatkan nyawa" selalu menjadi motivasinya untuk melanjutkan perjalanan filantropinya. Ia memahami bahwa bahkan hanya satu pendonor darah dapat menyelamatkan banyak orang lain dalam situasi kritis. Pada kenyataannya, banyak pasien telah melewati ambang kematian berkat transfusi darah tepat waktu. Dan di suatu tempat, para sukarelawan donor darah – orang asing dengan hati yang penuh belas kasih – telah muncul tepat waktu untuk memberi pasien kesempatan untuk hidup. Hung selalu berharap untuk menjadi salah satu dari orang-orang itu.
Sejak donor darah pertamanya (pada tahun 2012), Bapak Hung telah mendonorkan darah sebanyak 17 kali, jumlah yang signifikan yang menunjukkan ketekunan dan dedikasinya kepada masyarakat. Hebatnya, tindakan kebaikannya telah menginspirasi istrinya. Mengikuti jejak suaminya, Ibu Nguyen Nha Trang juga telah mendonorkan darah sebanyak tiga kali.

Menurut Ibu Trang, awalnya ia sangat khawatir, terutama karena ia memiliki golongan darah yang langka. Namun, dukungan dari suaminya, serta melihat suaminya tetap sehat setelah berkali-kali mendonorkan darah, membantunya mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri. "Sekarang saya sudah terbiasa; saya berpartisipasi secara teratur. Memikirkan bagaimana darah saya dapat menyelamatkan orang lain membuat saya sangat bahagia," ujar Ibu Trang.
Semangat berbagi dan kebersamaan dalam usaha yang bermakna inilah yang telah memperkuat ikatan antara Bapak Hung dan istrinya. Mereka tidak hanya membangun keluarga bahagia bersama, tetapi juga menyebarkan kasih sayang kepada masyarakat. Bagi mereka, donor darah bukanlah tindakan sementara, melainkan sebuah perjalanan panjang, sebuah komitmen yang didorong oleh tanggung jawab dan hati yang penuh belas kasih.
Berbicara tentang rencana masa depannya, Bapak Hung menegaskan: "Hidup adalah tentang memberi, bukan hanya menerima; itulah filosofi saya dan istri saya. Kami akan terus mendonorkan darah selama kami cukup sehat. Jika memberi sedikit dapat membantu seseorang menyelamatkan nyawanya, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya."
Kontribusi yang tenang namun gigih dari keluarga Bapak Hung telah diakui dengan layak. Pada tahun 2025, keluarganya mendapat kehormatan menerima penghargaan dari Komite Rakyat Provinsi atas prestasi luar biasa mereka dalam donor darah sukarela. Ini bukan hanya pengakuan tetapi juga dorongan bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan kepedulian mereka.
Kisah pasangan muda dengan "hati merah muda" adalah pengingat yang bermakna tentang semangat "mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri." Dalam hidup, jika kita cukup sehat, kita semua dapat berpartisipasi dalam donor darah, memberikan anugerah tak ternilai yang kita miliki.
Sumber: https://baoquangninh.vn/cap-vo-chong-tre-co-trai-tim-hong-3402553.html






Komentar (0)