![]() |
Raven menangis tersedu-sedu setelah pertandingan. |
Raven mencetak dua gol di menit-menit terakhir pertandingan untuk memberikan kemenangan 3-1 bagi Indonesia, namun tim Indonesia tetap tersingkir dari babak penyisihan grup karena selisih gol yang lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia U22.
Saat peluit akhir berbunyi di Stadion Peringatan ke-700, para pendukung Ravens diliputi kekecewaan. Striker asal Belanda itu tak kuasa menahan air matanya. Pemandangan dirinya menutupi wajahnya dan menangis setelah menyadari timnya gagal lolos dari babak penyisihan grup menyentuh hati banyak orang.
Raven tampak sangat terpukul, tak percaya bahwa timnya harus mengakhiri perjalanan mereka di SEA Games 33 begitu cepat. Mimpi mencapai semifinal berakhir dengan kekecewaan bagi tim U22 Indonesia, dan gambar Raven akan menjadi momen tak terlupakan di SEA Games ini.
Pertandingan terakhir Grup C sangat menentukan, karena baik U22 Indonesia maupun Myanmar membutuhkan kemenangan telak untuk menjaga harapan mereka meraih posisi kedua terbaik. U22 Indonesia memulai dengan penuh tekad, menyerang dengan kuat sejak awal. Namun, Myanmar secara tak terduga membuka skor pada menit ke-30. Tertinggal, U22 Indonesia menyamakan kedudukan pada menit ke-45.
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan tekanan dan membuahkan hasil dengan dua gol dari Jens Raven pada menit ke-89 dan 90+6. Namun, meskipun menang 3-1 dan memiliki selisih gol yang sama yaitu +1, U22 Indonesia tetap tidak bisa melaju ke semifinal karena mencetak gol lebih sedikit daripada U22 Malaysia (3 berbanding 4).
Sumber: https://znews.vn/cau-thu-u22-indonesia-khoc-nuc-no-post1610427.html








Komentar (0)