![]() |
Man City membuat terobosan dalam persaingan perebutan gelar melawan Arsenal. Foto: Reuters . |
Sebelum pertandingan dimulai pada malam 19 April, tim asuhan Mikel Arteta memiliki keunggulan signifikan, memimpin rival mereka dengan selisih 6 poin. Namun, Manchester City, di bawah bimbingan Pep Guardiola, menunjukkan ketangguhan mereka pada saat yang tepat dengan kemenangan 2-1 di kandang sendiri di Stadion Etihad.
Setelah peluit akhir berbunyi, suasana di Stadion Etihad meledak. Para penggemar Manchester City tidak hanya merayakan kemenangan tetapi juga mengejek lawan mereka dengan spanduk bertuliskan "panic on the streets of London," yang terinspirasi oleh lagu terkenal The Smiths.
Di media sosial, para penggemar Man City bersorak gembira karena tim mereka memegang kendali atas nasib mereka sendiri dalam perebutan gelar juara. Salah satu akun berkomentar: "Arsenal dan Man City masih sama setelah bertahun-tahun." Penggemar lain menyatakan: "Arsenal lemah dan mereka tidak bisa menyembuhkan penyakit ini."
![]() |
Para penggemar Man City merayakan kemenangan mereka atas Arsenal. |
Meskipun Arsenal masih unggul 3 poin, Man City memiliki keuntungan signifikan dengan satu pertandingan yang belum dimainkan. Jika kedua tim memenangkan pertandingan tersisa mereka, persaingan akan ditentukan oleh selisih gol, atau bahkan jumlah total gol yang dicetak.
Setelah pertandingan, Erling Haaland tetap bersikap hati-hati: "Setiap pertandingan adalah final." Sementara itu, gelandang Bernardo Silva mengakui timnya mengalami musim yang sulit tetapi senang telah memanfaatkan kesempatan tersebut.
Berdasarkan jadwal pertandingan, Man City akan mengunjungi Burnley pada 22 April, sementara Arsenal akan menjamu Newcastle beberapa hari kemudian, di tengah persaingan perebutan gelar yang semakin sengit.
Sumber: https://znews.vn/cdv-man-city-che-nhao-arsenal-post1644896.html








Komentar (0)