Ia bekerja untuk Oxalis, merek terkenal yang mengkhususkan diri dalam program wisata petualangan yang menarik banyak wisatawan domestik dan internasional. Pada tahun 2010, ketika Gua Son Doong diumumkan sebagai gua terbesar di dunia , Duong mulai bekerja sebagai porter (membawa peralatan untuk tim peneliti dan pembuat film).
Pemuda yang lahir pada tahun 1990-an ini menyadari bahwa ia mencintai alam, terutama lanskap megah di kampung halamannya, tetapi karena kebutuhan untuk mencari nafkah, ia harus meninggalkan rumah untuk bekerja. Namun, kenangan tentang pegunungan dan hutan, serta hasratnya untuk menjelajahi gua-gua yang indah, masih terpatri dalam benak Duong. Pada tahun 2015, setelah mendengar bahwa Oxalis sedang membuka lowongan, ia segera kembali untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.
Hampir tiga tahun belajar di Saigon Tourism College telah membekali Thai Duong (kiri) dengan keterampilan berharga, yang membawa perubahan positif dalam pekerjaan dan kehidupannya.
Didorong oleh kecintaannya pada profesi tersebut, Duong secara bertahap membuat kemajuan dalam pekerjaannya. Namun, ia tahu bahwa ia dapat memberikan dampak yang lebih besar jika memiliki lebih banyak pengetahuan. Untungnya, keberuntungan berpihak padanya dan 11 porter serta asisten keselamatan dari tur penjelajahan gua, yang diberi kesempatan oleh perusahaan untuk belajar di Sekolah Tinggi Pariwisata Saigon.
Berinvestasi pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal adalah cara berkelanjutan untuk mengembangkan pariwisata, tidak hanya di Quang Binh tetapi juga dalam perjalanan meningkatkan citra pariwisata Vietnam.
Karena libur panjang dari kegiatan sekolah, Duong menghadapi kesulitan yang cukup besar dalam menyerap materi di awal studinya. Namun, dia tidak menyerah. Guru-gurunya sabar dan berdedikasi; teman-teman sekelasnya muda, dinamis, dan antusias, yang semakin memotivasinya untuk belajar. Perusahaan dan keluarganya mendorong dan mendukungnya. "Saya beruntung menerima begitu banyak dukungan, jadi saya tidak pernah berpikir untuk menyerah," cerita Duong. Tiga tahun kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil. Baru-baru ini, Duong dan 11 rekannya resmi lulus.
Bapak Ho Thai Duong (kedua dari kiri) dan teman-temannya berpose untuk foto ken纪念 bersama Dewan Direksi Sekolah Tinggi Pariwisata Saigon dan perwakilan perusahaan Oxalis.
Duong berkata dengan penuh emosi, "Dari menjadi seorang porter hingga memegang sertifikat pemandu wisata internasional, ini merupakan perjalanan yang bermakna bagi saya." Pengetahuan profesional, keterampilan, dan semangat melayani telah menjadi fondasi yang kokoh, memberinya kepercayaan diri yang lebih besar saat mendampingi wisatawan dari seluruh dunia. Menurutnya, tidak pernah terlambat untuk belajar dan memahami profesi ini lebih dalam. "Selain semangat dan pengalaman, pelatihan yang tepat membantu setiap orang untuk berbuat lebih baik dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi tanah air," tegas Duong.
Sumber: https://nld.com.vn/chang-duong-y-nghia-196250823202045571.htm







Komentar (0)