
Membongkar bendungan Kangaskoski di Sungai Hiitolanjoki Finlandia - Foto: STORYMAKERS
Setelah lebih dari satu abad terhalang oleh bendungan pembangkit listrik tenaga air, salmon telah kembali ke hulu Sungai Hiitolanjoki di Finlandia tak lama setelah tiga bendungan terakhir di sungai tersebut dibongkar.
Kisah ini menjadi simbol tren baru di Eropa: membongkar bendungan dan saluran air yang sudah usang untuk memulihkan ekosistem sungai.
Lebih dari 600 bendungan telah dibongkar.
Laporan terbaru dari European Dam Demolition Alliance mencatat bahwa rekor 603 struktur bendungan, termasuk bendungan, saluran pelimpah, dan gorong-gorong, akan dibongkar di 21 negara Eropa pada tahun 2025.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11% dibandingkan rekor sebelumnya yang dicapai pada tahun 2024 dan enam kali lebih tinggi daripada tahun 2020.
Pembongkaran tersebut telah membantu memulihkan lebih dari 3.740 km aliran sungai yang bebas hambatan, berkontribusi pada tujuan Uni Eropa (UE) untuk memulihkan 25.000 km sungai pada tahun 2030, menurut CNN pada 28 Mei.
Diperkirakan bahwa Eropa saat ini memiliki sekitar 1,2 juta struktur yang menghalangi aliran sungai, mengganggu sistem sungai. Banyak dari struktur ini dibangun beberapa dekade lalu untuk melayani pembangkit listrik tenaga air, transportasi jalur air, atau pertanian , tetapi tidak lagi memiliki kegunaan yang signifikan.

Pembongkaran bendungan Vezins di Prancis merupakan salah satu upaya pembongkaran bendungan terbesar di Eropa - Foto: AFP
Pembangunan bendungan di sungai menimbulkan banyak konsekuensi lingkungan.
Ketika aliran air alami terhalang, sebagian sungai berubah menjadi waduk yang tergenang, yang mudah menyerap panas dari sinar matahari, menyebabkan suhu air meningkat. Waduk-waduk ini juga meningkatkan kehilangan air akibat penguapan dan penumpukan bahan organik yang membusuk, melepaskan gas rumah kaca metana.
Selain itu, bendungan juga menghambat jalur migrasi pemijahan banyak spesies ikan seperti salmon Atlantik dan belut Eropa.
Menurut Komisi Eropa, lebih dari 42% spesies ikan air tawar di benua itu terancam punah, dengan fragmentasi sungai dianggap sebagai salah satu penyebab utamanya.
Tidak hanya hewan air yang terpengaruh, tetapi ekosistem tepi sungai juga mengalami penurunan karena perubahan aliran, sedimen, dan suhu air.
Para ahli memperingatkan bahwa banyak bendungan tua kini mengalami degradasi parah, sehingga menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan dalam konteks meningkatnya banjir dan peristiwa cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
Pembongkaran bendungan membutuhkan penelitian lingkungan selama bertahun-tahun, penilaian teknis, dan koordinasi dengan masyarakat setempat, tetapi hasilnya seringkali terlihat sangat cepat. Di Finlandia, misalnya, salmon kembali ke tempat pemijahan yang telah terisolasi selama lebih dari 100 tahun selama musim migrasi pertama setelah bendungan dibongkar.
Proyek serupa juga sedang berlangsung di Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Swedia, dan banyak negara lainnya.
Para ahli percaya bahwa memulihkan aliran air alami tidak hanya akan membantu melestarikan keanekaragaman hayati tetapi juga meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.
Sumber: https://tuoitre.vn/chau-au-thao-do-hang-tram-dap-nuoc-de-cuu-song-ngoi-20260529122008548.htm










Komentar (0)