Di tengah kabut halus Gunung Cam – gunung tertinggi di Delta Mekong – terdapat pasar unik yang hanya buka beberapa jam setiap pagi. Penduduk setempat menyebutnya dengan nama puitis: Pasar Awan.
Berbeda dengan pasar-pasar ramai di dataran rendah, Pasar Awan di puncak Gunung Cam ( An Giang ) memberikan pengunjung perasaan seperti memasuki lukisan cat air, di mana kehidupan sehari-hari berpadu dengan awan dan pegunungan.
Gunung Cam, juga dikenal sebagai Thien Cam Son, terletak di komune Nui Cam, provinsi An Giang. Dengan ketinggian sekitar 710-715 meter di atas permukaan laut, gunung ini merupakan gunung tertinggi di pegunungan That Son yang legendaris, yang sering disebut sebagai "atap wilayah Barat."
Iklim sejuk sepanjang tahun dan lanskap alam yang megah telah menjadikan tempat ini salah satu destinasi wisata spiritual dan ekologis paling terkenal di wilayah Barat Daya Vietnam.
Meskipun banyak wisatawan mengunjungi Gunung Cam untuk melihat Pagoda Van Linh, Pagoda Buddha Besar, atau mengagumi patung Buddha Maitreya raksasa, mereka yang menyukai pengalaman unik dengan penuh semangat bangun saat fajar untuk mengunjungi Pasar Mei - sebuah pasar yang dianggap sebagai salah satu pasar paling unik di wilayah barat daya Vietnam.
Pasar di tengah lautan awan
Pasar Awan terletak di dekat Danau Thuy Liem, di tengah kompleks wisata di puncak Gunung Cam. Nama "Pasar Awan" berasal dari karakteristik alam daerah tersebut. Di pagi hari, ketika kabut tebal masih menyelimuti lereng gunung, seluruh pasar tampak seperti terendam dalam lautan awan putih. Para penjual, pembeli, dan pedagang dengan kios mereka yang terlihat melalui kabut menciptakan pemandangan yang nyata sekaligus surealis, membuat banyak wisatawan merasa seolah-olah mereka telah tersesat ke pasar dataran tinggi di Vietnam Barat Laut daripada ke perairan Delta Mekong.

Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Mei dimulai sebelum fajar. Saat ayam jantan berkokok di pegunungan, para pedagang membawa barang dagangan mereka ke puncak gunung untuk bersiap berjualan. Sebagian besar adalah penduduk setempat, termasuk banyak wanita Khmer yang tinggal di kaki gunung. Kios-kios sederhana yang dipenuhi sayuran liar, buah-buahan, kue tradisional, dan makanan khas lokal dipajang di area berumput yang luas di tengah puncak gunung yang membentang.
Yang istimewa adalah pasar ini hanya berlangsung beberapa jam. Setelah pasar tutup, para pedagang membawa barang dagangan mereka kembali ke puncak gunung atau pulang ke rumah mereka di kaki gunung. Singkatnya durasi ini menjadikan Pasar Awan sebagai pengalaman yang berharga bagi mereka yang ingin merasakan ritme kehidupan lokal yang otentik.
Sebuah tempat yang melestarikan jiwa pedesaan di wilayah Tujuh Gunung.
Saat berjalan-jalan di Pasar Mei, pengunjung dapat dengan mudah menemukan produk-produk yang memiliki ciri khas wilayah That Son. Produk-produk tersebut bisa berupa sayuran liar hijau segar yang dipanen dari lereng gunung, kue-kue tradisional Vietnam Selatan, buah-buahan musiman, atau hidangan lokal yang familiar dari masyarakat An Giang.

Lebih dari sekadar tempat jual beli barang, Pasar Mei juga mencerminkan budaya unik masyarakat di wilayah Bay Nui. Kisah-kisah sehari-hari, tawa dan percakapan sederhana, pemandangan orang-orang yang membawa galah di pundak, dan gaya perdagangan yang otentik menciptakan ruang budaya yang semarak. Banyak wisatawan mengatakan bahwa yang paling mereka ingat setelah perjalanan mereka bukanlah oleh-oleh yang mereka beli, tetapi perasaan kedekatan dan kedamaian saat menikmati sarapan di tengah lautan awan di puncak gunung.
Dalam beberapa tahun terakhir, May Market telah menjadi tempat "berburu awan" yang populer bagi wisatawan muda. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sekitar pukul 5 hingga 7 pagi, ketika matahari baru terbit dan lapisan kabut masih menutupi puncak gunung.
Dari area pasar, pengunjung dapat memandang Danau Thuy Liem yang hijau zamrud, patung Buddha Maitreya yang megah, Pagoda Van Linh yang tenang, dan pegunungan yang bergelombang di kejauhan. Dalam cuaca Delta Mekong yang luar biasa sejuk, pemandangan ini menawarkan rasa ketenangan unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Untuk mencapai puncak Gunung Cam, pengunjung dapat memilih untuk melakukan perjalanan dengan sepeda motor atau mobil menyusuri jalan pegunungan, atau menggunakan sistem kereta gantung yang panjangnya sekitar 3,5 km. Dari kabin kereta gantung, seluruh lanskap pegunungan Thất Sơn terbentang secara spektakuler.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/cho-may-phien-cho-doc-dao-tren-dinh-nui-cam-post1115449.vnp








