
Meskipun rumahnya berjarak lebih dari 4 km dari pasar, seolah sudah menjadi kebiasaan, setiap hari sekitar pukul 3 sore, Ibu Duyen Vi dari desa Trung Tam, komune Khanh Yen, akan berada di pasar Van Ban.
Kiosnya kecil dan ringkas, hanya berisi beberapa kantong sayuran dan rebung liar, yang sudah diporsi sebelumnya, dengan harga mulai dari 10.000 hingga 15.000 dong.
Terletak di posisi sentral, Pasar Van Ban adalah tempat berkumpul masyarakat yang sudah dikenal, selalu ramai dengan penduduk lokal dan wisatawan. Meskipun tidak memiliki jadwal hari pasar yang tetap, Pasar Van Ban selalu ramai setiap sore. Setiap hari, ratusan pedagang kecil dari desa, dusun, dan bahkan komune tetangga membawa barang dagangan mereka ke pasar. Pemandangan deretan tiang pengangkut barang di sepanjang jalan menuju pusat komune sudah menjadi pemandangan yang familiar bagi siapa pun yang pernah mengunjungi tempat ini.
Area pasar terbagi menjadi dua bagian: selain kios permanen, area pasar pedesaan dengan kios-kios sederhana selalu menjadi yang paling populer. Di sini, orang-orang terutama menjual produk yang ditanam dan dibuat sendiri oleh keluarga mereka; sebagian besar produk pertanian lokal dari kelompok etnis Tay, Dao, dan Mong, yang membawa warna budaya lokal dalam setiap ikat sayuran, terong, dan rebung.
Harga di pasar juga sangat wajar; para penjual tidak menaikkan harga secara berlebihan, dengan setiap barang hanya berharga beberapa puluh ribu dong. Mereka yang datang lebih dulu akan duduk lebih dulu, dan mereka yang datang kemudian akan menemukan tempat duduk dengan rapi, tanpa memesan atau berebut tempat duduk, sehingga menciptakan suasana jual beli yang harmonis.


Bagi masyarakat setempat, pasar Van Ban memainkan peran penting dalam konsumsi produk pertanian, membantu mereka memanfaatkan jumlah sayuran dan buah-buahan yang mereka tanam dan panen sendiri sesuai musim, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan mempertahankan mata pencaharian mereka.
Bagi para pedagang, pasar bukan hanya tempat untuk menjual produk pertanian, tetapi juga sumber kegembiraan sehari-hari.
Pasar Van Ban tutup sekitar pukul 7 malam dan kemudian menjadi sangat sepi. Saat jumlah pelanggan di kios-kios berkurang, para wanita mengemasi barang dagangan mereka, membawa keranjang mereka, dan pulang ke rumah, membawa beberapa oleh-oleh yang mereka beli untuk cucu dan anak-anak mereka.
Pasar itu tutup dengan tenang seperti saat dibuka, tanpa kebisingan atau tergesa-gesa, meninggalkan perasaan hangat di hati mereka yang berbelanja di sana.

Di tengah laju kehidupan modern yang terus berubah, pasar pedesaan masih mempertahankan pesona pedesaan yang melekat. Kios-kios kecil dan percakapan sehari-hari di antara para pembeli berkontribusi dalam melestarikan keindahan pedesaan, menciptakan daya tarik unik yang membuat pengunjung ingin melambat, merasakan, dan mengingat setiap kali mereka berkunjung.
Sumber: https://baolaocai.vn/cho-que-nhung-ngay-dau-nam-post890857.html






Komentar (0)