
Pilihlah dengan bijak mulai dari kelas 10.
Sebelum kegembiraan diterima di kelas 10 mereda, banyak keluarga mulai menghadapi kekhawatiran baru: kombinasi mata pelajaran apa yang harus dipilih, apakah akan mengambil jurusan sains atau ilmu sosial, apakah akan mengikuti kelas bahasa asing tingkat lanjut atau program berorientasi internasional...
Dalam beberapa hari terakhir, banyak sekolah menengah atas di Hanoi telah menyelenggarakan sesi konseling penerimaan siswa baru untuk membantu siswa dan orang tua lebih memahami Program Pendidikan Umum 2018, sehingga dapat membuat pilihan yang tepat.
Akhir pekan lalu, SMA Do Muoi mengadakan program konseling dan bimbingan pendaftaran untuk tahun ajaran 2026-2027. Sesuai rencana, sekolah akan menerima 675 siswa, yang terbagi dalam 15 kelas dengan berbagai model pelatihan. Selain kelas reguler, sekolah juga menawarkan kelas bahasa Inggris berorientasi internasional dan kelas tambahan dalam bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea, yang berfokus pada ilmu pengetahuan alam atau ilmu sosial.
Untuk kelas umum, selain 8 mata pelajaran wajib, siswa akan memilih 4 mata pelajaran dari 5 kelompok mata pelajaran yang berbeda, yang sesuai dengan 3 topik studi. Misalnya, siswa yang memilih kelompok Fisika, Kimia, Biologi, dan Informatika akan mempelajari topik Matematika, Fisika, dan Kimia; siswa yang memilih kelompok Fisika, Biologi, Informatika, dan Seni Rupa akan mempelajari topik Matematika, Fisika, dan Sastra.
Menurut perwakilan dari SMA Do Muoi, pemilihan kombinasi mata pelajaran harus berasal dari kemampuan, kekuatan, dan aspirasi karir siswa, bukan mengikuti tren atau memilih berdasarkan apa yang dilakukan teman-teman mereka.
Pada hari yang sama, Sekolah Menengah Atas Chu Van An untuk Siswa Berbakat juga menyelenggarakan program konseling penerimaan untuk angkatan ke-119, tahun ajaran 2026-2029. Sekolah tersebut memberikan informasi rinci tentang kombinasi mata pelajaran, topik studi, dan kurikulum berorientasi internasional, dengan banyak kelas yang berfokus pada bahasa asing kedua seperti bahasa Mandarin atau Jerman.
Ibu Nguyen Thi Nhiep, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Chu Van An, mengatakan bahwa sekolah tersebut dengan cermat meneliti pengembangan kombinasi mata pelajaran berdasarkan Program Pendidikan Umum 2018, metode penerimaan universitas, dan persyaratan untuk permohonan studi di luar negeri.
“Selama tiga tahun terakhir, saya telah menghabiskan banyak waktu untuk meneliti kurikulum baru, metode penerimaan universitas, dan persyaratan masuk program studi di luar negeri. Sekolah menengah atas merupakan tahap yang sangat penting bagi siswa untuk menentukan jalur karier mereka, sehingga pilihan mata pelajaran harus memastikan manfaat jangka panjang bagi mereka,” ujar Ibu Nhiep.
Menurut Ibu Nhiep, pada akhir tahun ajaran lalu, sekolah melakukan survei tentang efektivitas kombinasi mata pelajaran yang diterapkan dan terus mendengarkan masukan dari orang tua dan siswa untuk melakukan penyesuaian yang paling tepat.
“Sekolah dengan cermat menyeimbangkan setiap kombinasi mata pelajaran untuk memberikan keuntungan bagi siswa. Program ini tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menciptakan keseimbangan dengan seni dan pendidikan jasmani sehingga siswa tidak kewalahan. Tidak ada satu model pun yang cocok untuk semua orang; yang penting adalah siswa menemukan jalan yang paling sesuai untuk mereka,” tegas Ibu Nguyen Thi Nhiep.
Jangan memilih berdasarkan tren.
Menurut Program Pendidikan Umum 2018, selain delapan mata pelajaran wajib, siswa dapat memilih mata pelajaran tambahan yang sesuai dengan minat pribadi mereka. Namun, fleksibilitas ini juga memberikan tekanan yang cukup besar pada siswa dan orang tua.
Menurut Bapak Le Hong Chung, Kepala Sekolah SMA Yen Hoa, banyak universitas sekarang tidak hanya mempertimbangkan nilai ujian kelulusan SMA tetapi juga hasil akademik dari semester 4-6 dalam mata pelajaran yang relevan untuk penerimaan. Oleh karena itu, memilih kombinasi mata pelajaran yang tepat sejak kelas 10 adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan cermat. "Jika siswa memilih kombinasi yang salah, mereka akan menghadapi kesulitan selama tiga tahun masa SMA mereka. Oleh karena itu, memberikan bimbingan karir sejak mereka masuk sekolah sangat penting," kata Bapak Chung.
Menurut guru Le Hong Chung dari SMA Yen Hoa, sekolah saat ini berfokus pada dua bidang utama: ilmu pengetahuan alam dan ilmu sosial. Terlepas dari bidang mana yang mereka pilih, siswa dibekali dengan pengetahuan dasar yang diperlukan untuk beradaptasi dengan tuntutan era baru.
Pada kenyataannya, banyak orang tua masih cenderung memilih jurusan berdasarkan popularitas, mengikuti tren, atau memenuhi keinginan keluarga. Namun, menurut para pendidik, tidak ada kombinasi mata pelajaran yang secara inheren lebih baik daripada yang lain. Pilihan yang tepat adalah pilihan yang selaras dengan kemampuan, minat, dan tujuan siswa.
Memilih kombinasi mata pelajaran di kelas 10 tidak menentukan seluruh hidup Anda, tetapi merupakan langkah penting dalam perjalanan panjang di masa depan. Karena setelah lulus ujian masuk kelas 10, yang penting bukanlah hanya sekolah mana yang Anda hadiri, tetapi juga bagaimana Anda belajar untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk masa depan.
Sumber: https://daidoanket.vn/chon-to-hop-chon-duong-dai.html







