Lebih suram dari yang diperkirakan.
Para penggemar di seluruh dunia sangat menantikan dimulainya Piala Dunia 2026 secara resmi di Amerika Utara dalam beberapa hari mendatang. Namun, di dua negara tuan rumah bersama, Amerika Serikat dan Meksiko, suasananya agak lebih tenang dari yang diharapkan.

Piala Dunia mungkin bukan prioritas utama bagi warga Amerika (Foto: FIFA)
Di Amerika Serikat, semangat festival sepak bola terbesar di dunia ini masih agak lemah. Hal ini sebagian disebabkan oleh karakteristik olahraga negara tersebut, di mana sepak bola Amerika dan bola basket benar-benar menjadi prioritas utama bagi sebagian besar penduduk.
Menurut statistik, final Super Bowl 2025 menarik 127,7 juta penonton televisi, lebih banyak dari seluruh populasi Vietnam.
Babak playoff NBA juga memasuki fase paling dramatisnya. Oleh karena itu, Piala Dunia, meskipun memiliki signifikansi global , hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan hiburan olahraga lainnya.
Bahkan bagi para pemain Amerika, perasaan bahwa "Piala Dunia 2026 semakin dekat" bukanlah hal yang mudah. Banyak pemain mengakui bahwa mereka baru benar-benar merasakan tekanan dan pentingnya turnamen tersebut setelah musim klub mereka berakhir.
Gelandang Bournemouth, Tyler Adams, mengatakan kepada The Guardian : "Minggu lalu, saya masih bermain di Liga Premier. Saya pikir perasaan 'Piala Dunia 2026 akan datang' akan muncul ketika kita mulai berlatih dengan benar untuk mempersiapkan Piala Dunia 2026."
Banyak kota penyelenggara yang terdampak.
Di sisi lain, Meksiko sebagai negara tuan rumah bersama menghadapi tantangan tersendiri karena banyak kota yang menjadi lokasi penyelenggaraannya dilanda keresahan sosial. Awal pekan ini, protes oleh pensiunan guru dan hakim di Mexico City menciptakan kekacauan di seluruh negara Amerika Utara tersebut.

Patung-patung manekin dekoratif yang dipasang sebagai persiapan Piala Dunia 2026 dirusak oleh para pengunjuk rasa di Meksiko (Foto: The Guardian).
Meskipun mereka tidak secara langsung menargetkan turnamen yang akan datang, slogan "Tanpa pensiun yang lebih baik, bola tidak akan bergulir" membuat banyak penggemar khawatir. Serikat Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan Meksiko (CNTE) bahkan mengancam akan melakukan protes besar-besaran pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca.
Sepak bola adalah olahraga terindah di dunia.
Berbeda jauh dengan sambutan yang kurang antusias di Amerika Utara, sepak bola di banyak negara Amerika Selatan memiliki makna yang jauh melampaui sekadar olahraga. Para penggemar di Argentina, Brasil, dan Chili memandang kecintaan mereka pada olahraga yang indah ini sebagai bagian dari identitas, kepercayaan, dan kehidupan spiritual mereka.

Pertandingan El Clásico antara River Plate dan Boca Juniors di Argentina selalu menarik banyak penggemar (Foto: AP)
Di tanah kelahiran Lionel Messi, kecintaan pada sepak bola sering diturunkan dari generasi ke generasi, dan loyalitas kepada klub semakin kuat. Paus Fransiskus, yang lahir di Argentina dan merupakan pendukung klub San Lorenzo, pernah menyatakan bahwa ia setuju dengan pandangan bahwa sepak bola adalah olahraga terindah di dunia.
Di Brasil, sepak bola telah menjadi kegembiraan kolektif setelah seharian bekerja keras. Pada saat yang sama, sepak bola juga dikaitkan dengan ritual simbolis.
Pesawat yang membawa tim nasional Brasil ke Amerika Utara baru-baru ini mendapat persetujuan dari Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk menjalani "pembaptisan" sebelum keberangkatan.
Para penggemar "Selecao" percaya bahwa ritual ini akan membawa keberuntungan bagi pelatih Carlo Ancelotti dan timnya di Piala Dunia 2026.

Pesawat yang membawa tim nasional Brasil ke Piala Dunia 2026 "dibaptis" sebelum lepas landas.

Perbedaan atmosfer seputar Piala Dunia 2026 mendatang antara kedua wilayah tersebut tidak hanya terletak pada level sepak bola yang dimainkan, tetapi juga pada bagaimana sepak bola dipandang. Piala Dunia hanyalah sebuah acara olahraga besar di Amerika Utara, tetapi di Amerika Selatan, ini adalah tempat di mana emosi, kepercayaan, dan identitas menyatu.

Sumber: https://nld.com.vn/chu-nha-lanh-nhat-voi-world-cup-2026-196260604135703492.htm







Komentar (0)