
Ilustrasi: Canva
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Vietnam (HCDC), pelecehan anak tetap menjadi masalah mendesak di Vietnam, dengan banyak insiden terjadi di dalam keluarga – yang seharusnya menjadi lingkungan teraman bagi anak-anak. Statistik menunjukkan bahwa antara tahun 2020 dan 2023, negara tersebut mencatat lebih dari 7.400 kasus pelecehan anak, dengan lebih dari 80% merupakan pelecehan seksual. Dalam banyak kasus, pelakunya adalah kerabat atau orang yang secara langsung merawat anak-anak tersebut.
Data dari Hotline Perlindungan Anak 111 menunjukkan bahwa puluhan ribu panggilan diterima setiap bulan, banyak di antaranya melibatkan kekerasan dan pelecehan yang membutuhkan intervensi segera. Survei juga menunjukkan bahwa sekitar 71% anak telah mengalami tindakan disiplin yang bersifat kekerasan.
Penganiayaan anak bukan hanya penyerangan fisik; tetapi juga mencakup pelecehan verbal, penghinaan, pengabaian, pengendalian, isolasi, atau menimbulkan luka emosional yang berkepanjangan. Perilaku-perilaku ini dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan psikologis serta masa depan anak.
Risiko kekerasan seringkali lebih tinggi pada keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi , perceraian, kecanduan narkoba, atau ketika pengasuh kurang memiliki keterampilan pengasuhan yang positif. Anak-anak penyandang disabilitas, anak-anak yang tinggal jauh dari orang tua mereka, atau mereka yang tidak memiliki perawatan yang stabil juga sangat rentan.
Para ahli merekomendasikan bahwa pencegahan pelecehan anak membutuhkan kerja sama yang erat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua perlu mengendalikan emosi mereka, mendidik anak-anak mereka menggunakan metode positif, dan secara teratur mendengarkan serta mendukung mereka. Sekolah perlu mendeteksi tanda-tanda awal ketidaknormalan untuk berkoordinasi dengan keluarga dan pihak berwenang guna melakukan intervensi tepat waktu.
Masyarakat tidak boleh acuh terhadap tanda-tanda mencurigakan penganiayaan anak. Saat menemukan atau mencurigai adanya penganiayaan anak, perlu segera dilaporkan kepada pihak berwenang atau Hotline Perlindungan Anak 111 untuk mendapatkan bantuan. Setiap tindakan kepedulian, setiap intervensi tepat waktu, dapat membantu melindungi anak dari bahaya yang berkepanjangan.
Sumber: https://vtv.vn/chung-tay-ngan-chan-bao-hanh-tre-em-100260629103137197.htm










