Mbappe marah ketika Vinicius menjadi sasaran pelecehan rasis. |
Menurut Mbappe, ia mendengar langsung ucapan menghina dari Gianluca Prestianni. "Prestianni dengan jelas menyebut Vini sebagai 'monyet'. Itu terjadi lima kali. Saya melihat dan mendengarnya dengan sangat jelas. UEFA memiliki sistem kamera terbaik, sekarang kita menunggu mereka untuk menanganinya. Ini tidak dapat diterima. Itu bukan tipe orang yang saya hormati," tegas striker Prancis itu.
Mbappe menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan Benfica, tetapi berpendapat bahwa Prestianni secara pribadi bertanggung jawab. "Benfica adalah klub besar, saya tidak punya masalah dengan mereka. Tetapi Prestianni seharusnya tidak pernah bermain di Liga Champions lagi," katanya dengan tegas.
Ketika ditanya apakah pemain muda Benfica itu telah meminta maaf, Mbappe menjawab: "Meminta maaf? Apakah Anda melihat wajahnya? Kami bukan orang bodoh. Vini dan saya sama-sama mendengar dengan jelas apa yang dikatakan."
Bintang Prancis itu juga menekankan tanggung jawab para pemain terhadap generasi muda: "Kita harus memberi contoh bagi anak-anak yang menonton kita. Ada hal-hal yang tidak dapat diterima di lapangan."
Lebih lanjut, Mbappe membela hak Vinicius untuk mengekspresikan individualitasnya: "Vini boleh menari sesuka hatinya dan jangan pernah berhenti. Tidak ada yang berhak memberi tahu kami apa yang harus atau tidak boleh kami lakukan."
Leg pertama babak play-off Liga Champions di stadion Da Luz berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Real Madrid. Striker asal Brasil itu menerima kartu kuning karena merayakan gol tersebut, dan kemudian mengeluh karena dihina, menyebabkan gangguan hampir 10 menit pada pertandingan.
Insiden tersebut sedang menunggu penyelidikan resmi dan kesimpulan dari UEFA.
Sumber: https://znews.vn/chuyen-gi-that-su-xay-ra-voi-vinicius-post1628834.html






Komentar (0)