![]() |
Manfaat kesehatan buah delima
Buah delima bukan hanya buah yang lezat tetapi juga menawarkan banyak manfaat kesehatan. Berikut beberapa manfaat penting dari buah delima:
Buah delima mengandung dua senyawa tumbuhan dengan khasiat obat yang ampuh.
Punicalagin adalah antioksidan yang sangat ampuh yang ditemukan dalam jus delima dan kulit bijinya. Senyawa ini sangat ampuh sehingga jus delima diketahui memiliki aktivitas antioksidan tiga kali lipat dibandingkan anggur merah dan teh hijau. Ekstrak dan bubuk delima sering dibuat dari kulit bijinya karena kandungan antioksidan dan punicalaginnya yang tinggi.
Asam punisat, yang ditemukan dalam minyak biji delima, adalah komponen asam lemak utama dalam kulit biji. Ini adalah asam linoleat terkonjugasi dengan efek biologis yang kuat.
- Antioksidan yang ampuh : Buah delima mengandung banyak antioksidan, terutama polifenol seperti tanin dan antosianin, yang membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
- Mendukung kesehatan kardiovaskular : Jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), dan mencegah penumpukan plak di arteri, sehingga mendukung kesehatan kardiovaskular.
- Mengurangi peradangan : Senyawa dalam buah delima memiliki efek anti-inflamasi, yang dapat membantu memperbaiki kondisi peradangan seperti radang sendi. Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak delima dapat menghambat enzim yang diketahui menyebabkan kerusakan sendi pada penderita osteoartritis.
Buah delima memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, sebagian besar dimediasi oleh sifat antioksidan punicalagin. Studi in vitro menunjukkan bahwa buah ini dapat mengurangi respons inflamasi pada saluran pencernaan, serta pada sel kanker payudara dan kanker usus besar. Sebuah studi selama 12 minggu pada penderita diabetes menunjukkan bahwa 250 ml jus delima setiap hari mengurangi CRP (penanda inflamasi) dan interleukin-6 masing-masing sebesar 32% dan 30%.
- Dapat menurunkan tekanan darah: Dalam sebuah penelitian, penderita hipertensi mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan setelah mengonsumsi 150 ml jus delima setiap hari selama dua minggu. Penelitian lain juga menemukan efek serupa, terutama pada tekanan darah sistolik, yang merupakan indikator utama tekanan darah.
- Mendukung sistem pencernaan : Buah delima membantu meningkatkan fungsi pencernaan, menenangkan perut, dan dapat mengurangi risiko sembelit berkat serat yang terkandung di dalamnya.
- Sifat antikanker : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam buah delima dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi risiko jenis kanker tertentu, khususnya kanker payudara dan prostat.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh : Buah delima kaya akan vitamin C, yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Meningkatkan kesehatan kulit : Antioksidan dan vitamin C dalam buah delima membantu memperlambat proses penuaan, melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, dan mengurangi kerutan.
- Mendukung penurunan berat badan : Buah delima rendah kalori tetapi tinggi serat, membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan membantu dalam pengelolaan berat badan.
Selain itu, buah delima memiliki banyak efek positif lainnya bagi kesehatan, seperti membantu menyeimbangkan hormon, meningkatkan kesehatan seksual, dan mendukung kecantikan kulit.
![]() |
Apakah Anda boleh mengonsumsi biji buah delima?
Mengonsumsi biji delima sama sekali tidak masalah dan bahkan menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda bisa mengonsumsi biji delima:
- Kaya serat : Biji delima mengandung banyak serat, yang membantu mendukung sistem pencernaan, melancarkan buang air besar, dan mencegah sembelit.
- Antioksidan : Biji delima juga mengandung antioksidan seperti polifenol, yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan mendukung anti-penuaan.
- Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular : Studi menunjukkan bahwa biji delima dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mendukung kesehatan kardiovaskular.
- Kaya nutrisi : Biji delima menyediakan mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi, yang membantu mendukung kesehatan secara keseluruhan dan menjaga keseimbangan elektrolit.
- Mendukung pengelolaan berat badan : Serat dalam biji delima membantu Anda merasa kenyang lebih lama, yang dapat mendukung penurunan berat badan dan pengendalian berat badan.
Namun, biji delima bisa agak keras dan sulit dimakan bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah gigi atau pencernaan. Jika Anda merasa tidak nyaman memakan bijinya, Anda dapat membuat jus atau menghaluskan delima untuk mengekstrak sarinya dan menghindari memakan bijinya secara langsung.
Anda juga perlu memperhatikan bahwa biji delima tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena dapat dengan mudah menyebabkan penyumbatan usus. Orang dewasa juga tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak biji delima; mereka hanya boleh mengonsumsinya dalam jumlah sedang dan mengunyahnya dengan saksama sebelum menelan.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/co-nen-an-hat-luu-khong.html








Komentar (0)