
Acara pemutaran perdana tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Konsulat Jenderal Jepang di Da Nang , serta berbagai organisasi dan daerah Jepang yang bekerja sama dengan Kota Hoi An, bersama dengan sejumlah delegasi lokal dan mahasiswa dari Kota Hoi An.
Selama pertunjukannya yang berlangsung sekitar dua jam, opera tersebut memikat penonton dengan penggambaran kisah cinta sejati antara Putri Ngoc Hoa (Putri Anio) dari Hoi An, Vietnam, dan Araki Sotaro, seorang pedagang dari Nagasaki, Jepang, selama periode perdagangan Shuinsen (Segel Merah) pada awal abad ke-17.

Proyek opera "Putri Anio," yang merayakan ulang tahun ke-50 hubungan diplomatik antara Vietnam dan Jepang (1973-2023), diproduksi bersama oleh Orkestra Simfoni Vietnam dan panitia penyelenggara "Putri Anio".

Dengan menyatukan tim produksi dan para pemain opera yang luar biasa dari kedua negara, opera "Putri Anio," dengan pesan-pesannya yang bermakna, tidak hanya berkontribusi pada perkembangan musik di kedua negara, tetapi juga menghubungkan nilai-nilai sejarah, budaya, dan seni dari masa lalu ke masa kini dan menuju masa depan hubungan Vietnam-Jepang. Opera ini menjadi "pembawa pesan" yang mendekatkan masyarakat kedua negara, serta berkontribusi pada peningkatan hubungan bilateral.
Sumber: https://baoquangnam.vn/cong-chieu-vo-opera-cong-nu-anio-3138967.html






Komentar (0)