Kegunaan bunga pepaya jantan
Bunga pepaya jantan merupakan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Surat kabar Dan Tri mengutip Praktisi Pengobatan Tradisional Phung Tuan Giang, Presiden Institut Penelitian dan Pengembangan Pengobatan Tradisional Vietnam, yang menyatakan bahwa bunga pepaya juga digunakan dalam berbagai terapi tradisional untuk mengobati malaria, penyakit kuning, nyeri sendi, batuk, pilek, demam, dan infeksi virus. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap komponen fitokimia bunga pepaya, yang secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.
Dalam penelitian ini, metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin terdeteksi dalam berbagai ekstrak bunga pepaya. Alkaloid merupakan golongan senyawa nitrogen dan lebih dari 10.000 alkaloid diketahui diproduksi oleh tumbuhan.
Sekitar 8.000 flavonoid telah dilaporkan dari berbagai spesies tumbuhan. Flavonoid berperan penting dalam stimulasi, perlindungan, perasa, dan pigmentasi. Flavonoid memiliki sifat antialergi, antikanker, hepatoprotektif, antidiabetes, antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus.
Saponin adalah kelompok besar glikosida dengan sifat berbusa. Saponin diketahui memiliki sifat antibakteri, antimalaria, antialergi, antidiabetik, insektisida, dan antiinflamasi.
Tanin adalah kompleks senyawa polifenol yang disintesis oleh tumbuhan. Tanin juga dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antivirus, antitumor, dan antiinflamasi.
Kehadiran semua senyawa ini dalam bunga pepaya menunjukkan pentingnya bunga pepaya dalam pengobatan berbagai penyakit. Berbagai komunitas etnis menyadari manfaat kesehatan bunga pepaya karena mereka menggunakannya dalam berbagai sediaan etnomedis.
Bunga pepaya juga mengandung vitamin seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), asam askorbat (C) dan mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, mangan, seng, tembaga, kadmium, kobalt, timbal, besi, kalium dan natrium.
Kegunaan teh hitam
Surat kabar Health & Life mengutip Dokter Bui Dac Sang dari Akademi Sains dan Teknologi Vietnam, Asosiasi Pengobatan Oriental Hanoi, yang mengatakan bahwa teh hitam juga dikenal sebagai pohon Bach Giai, pohon Bach Van Hoa, pohon Dong Trieu, pohon Teh Don La, atau pohon "kanker" (suku Muong, Vietnam). Teh hitam memiliki nama ilmiah Ehretia asperula Zoll. & Mor.
Xạ đen merupakan ramuan obat yang mencegah dan mendukung pengobatan sejumlah penyakit seperti membantu tubuh mendinginkan dan mendetoksifikasi, mendukung pengobatan penyakit radang, diabetes, darah berlemak, digunakan dalam menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Bunga pepaya jantan dan daun hitamnya sangat baik untuk kesehatan.
Manfaat kesehatan umum dari teh hitam telah terbukti sebagai berikut:
– Mendukung pengobatan tumor: Teh hitam mengandung dua senyawa, fanavolnoid dan kuinon, yang memiliki efek mencairkan sel-sel displastik. Kedua senyawa ini membantu memperlambat pertumbuhan tumor saat pertama kali terbentuk. Ada beberapa studi ilmiah yang membuktikan efektivitasnya dalam mencegah dan mendukung pengobatan tumor. Namun, semuanya masih dalam tahap penelitian.
– Mendukung pengobatan tekanan darah tinggi: Daun sirih membantu mengatur tekanan darah yang tidak stabil. Menggunakan daun sirih untuk mendukung pengobatan tekanan darah tinggi juga sangat mudah, cukup rebus daun sirih dengan air untuk diminum setiap hari, atau buat teh untuk diminum setiap hari.
– Mendukung pengobatan darah berlemak dan hati berlemak: Mengonsumsi daun sirih hitam baik untuk penderita darah berlemak, terbukti berdasarkan penelitian dari Akademi Kedokteran Militer. Dengan mengonsumsi air rebusan tanaman obat ini setiap hari, kondisi darah berlemak atau lemak di hati membaik dengan cukup baik.
– Meningkatkan kualitas tidur, mengatasi gangguan saraf: Tanaman xạ hitam memiliki rasa yang sedikit sepat, pahit, dan bersifat dingin, yang sangat efektif bagi penderita insomnia yang sering terjadi akibat gangguan saraf atau anemia (defisiensi yin dan api berlebih menurut pengobatan oriental). Selain itu, tanaman ini membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otak, sehingga membantu mengatasi pusing.
Kombinasi bunga xạ hitam dan bunga pepaya jantan
Surat kabar Health & Life mengutip pernyataan dari Praktisi Pengobatan Tradisional Tran Dang Tai, Wakil Presiden Asosiasi Pengobatan Oriental Kota Thai Hoa, Provinsi Nghe An, yang menjelaskan tentang pengobatan yang menggabungkan daun sirih hitam dan bunga pepaya jantan sebagai berikut:
- 35 gram daun hitam kering. Jika menggunakan daun segar, siapkan 80 gram.
- 25 gram bunga pepaya jantan kering. Jika menggunakan bunga segar, Anda membutuhkan 50 gram.
- 20 gram ekor kuda kering.
Rebus obat hingga airnya siap diminum setiap hari. Pertahankan terus menerus selama 6 bulan, lalu hentikan untuk mengevaluasi efektivitasnya. Selama penggunaan, Anda harus minum secara teratur. Perlu diketahui, penggunaan obat memerlukan penilaian kondisi penyakit dan pemantauan oleh dokter berpengalaman yang tersertifikasi oleh badan manajemen negara.
Ha An (Sintesis)
Komentar (0)