Teknologi ini menandai langkah maju yang besar dalam komersialisasi hidrogen sebagai solusi energi berkelanjutan.
Air laut bisa menjadi sumber bahan bakar hidrogen bersih. Foto: Tamara Kulikova/Alamy
"Elektrolisis tradisional hanya dapat dilakukan dengan air murni, sumber daya yang semakin langka," ujar Doug Wicks dari Badan Proyek Penelitian Lanjutan-Energi (ARPA-E) Departemen Energi AS dalam siaran pers. "Kita tidak lagi harus bergantung pada air murni, melainkan pada sumber daya air yang paling melimpah: lautan."
Proses ini menggunakan katode bermuatan negatif dan anoda bermuatan positif untuk memisahkan air laut menjadi empat "aliran" – oksigen, hidrogen, asam yang tidak berbahaya, dan alkali. Aliran alkali bereaksi dengan CO2 atmosfer untuk membentuk mineral stabil yang dikembalikan ke laut, sementara aliran asam kembali ke laut setelah pH-nya dikembalikan ke semula dengan mengalir melalui batuan yang kaya silika.
Elektrolisis air laut tidak hanya menghasilkan hidrogen dan oksigen, tetapi juga gas klorin (Cl₂), yang beracun karena keberadaan ion klorida (Cl⁻) di dalamnya. Proses ini dapat menimbulkan korosi pada elektroda dan dengan cepat merusak elektroliser. Berdasarkan pengujian laboratorium, Chen dan rekan-rekannya memperkirakan bahwa anoda ini dapat beroperasi terus menerus selama sekitar tiga tahun sebelum memerlukan perawatan, yang meliputi pelepasannya untuk memasang kembali lapisan penghambat klorin.
Pau Farras, seorang ilmuwan di Universitas Galway di Irlandia, berkomentar bahwa kinerja anoda selektif oksigen selama tiga tahun sangat mengesankan. Ia setuju bahwa ini merupakan cara yang menjanjikan untuk memanfaatkan air laut guna menghasilkan bahan bakar hidrogen. Namun, Farras menekankan bahwa meskipun hasil lab menjanjikan, masih harus dilihat apakah anoda ini dapat mempertahankan kinerja serupa ketika beroperasi di lingkungan alami.
Perusahaan ini sedang mengembangkan anoda selektif oksigen yang akan segera diproduksi massal di sebuah pabrik di California, dengan kapasitas produksi yang diharapkan mencapai sekitar 4.000 anoda per tahun. Proyek ini menjanjikan hasil yang luar biasa, dengan kemampuan menghilangkan 10 ton CO₂ dan menghasilkan 300 kg hidrogen per hari.
Ha Trang (menurut NewScientist)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/cong-nghe-dien-cuc-giup-san-xuat-nhien-lieu-hydro-tu-nuoc-bien-post313156.html
Komentar (0)