
Pabrik penyuntingan gen AI memungkinkan pemuliaan cepat varietas tanaman baru dengan rasa lezat dan ketahanan terhadap penyakit tinggi (Foto: SCMP).
Ilmuwan Tiongkok baru saja mengumumkan terobosan di bidang pertanian , yang membantu mempercepat pengembangan tanaman hibrida hingga 5 kali lipat (setara dengan 400%) dengan menggabungkan penyuntingan gen yang ramah robot, dikombinasikan dengan robot yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini memungkinkan terciptanya varietas tanaman baru hanya dalam waktu 1 tahun, tidak memerlukan waktu hingga 5 tahun seperti metode tradisional, sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja secara signifikan.
Menggabungkan Biologi, AI, dan Robotika: Solusi Tertutup untuk Pemuliaan Hibrida
Menurut sebuah publikasi di jurnal ilmiah Cell , tim peneliti dari Institut Genetika dan Biologi Perkembangan, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, telah menerapkan strategi "desain bersama tanaman-robot", yang berarti merancang tanaman dan robot secara bersamaan.
Kuncinya adalah merekayasa genetika bunga agar robot lebih mudah mengakses dan melakukan penyerbukan silang. Teknik ini memecahkan masalah yang sudah lama ada: banyak tanaman memiliki putik cembung, atau struktur kompleks yang sulit dimanipulasi robot, sehingga memaksa mereka untuk bergantung pada tenaga manusia.
Dengan menggabungkan teknologi penglihatan AI, penentuan posisi, sistem kendali robot presisi tinggi, bersama dengan domestikasi de novo dan metode pembiakan cepat, tim tersebut telah menciptakan pabrik pembiakan pintar yang sepenuhnya otomatis.
Sistem ini dapat dengan cepat menyesuaikan varietas tanaman menurut kriteria yang diinginkan, mulai dari rasa yang lebih enak, warna yang menarik perhatian, hingga ketahanan terhadap penyakit yang tinggi, toleransi terhadap kekeringan atau banjir yang lebih baik.
Dampak terhadap pertanian dan prospek masa depan

Robot pembiakan GEAIR melakukan penyerbukan silang pada tomat di rumah kaca di Beijing (Foto: China Daily).
Tidak hanya membantu memperpendek siklus pengembangan varietas baru dari 5 tahun menjadi 1 tahun, pabrik robot juga membantu memangkas biaya tenaga kerja secara drastis - faktor yang berperan besar dalam pemuliaan tradisional.
Uji coba pertama dilakukan pada sistem steril jantan pada kedelai. Hasilnya menunjukkan bahwa hasil panen dapat ditingkatkan secara signifikan, membuka kemungkinan perluasan ke berbagai tanaman lain seperti padi, jagung, atau sayuran.
Teknologi ini juga dianggap sebagai bagian penting dari pertanian presisi. Ini adalah tren optimalisasi produksi menggunakan data, AI, robot... untuk menciptakan presisi absolut, yang membantu tanaman meningkatkan produktivitas.
Secara paralel, bila dikombinasikan dengan alat analisis tanah, prakiraan cuaca, dan sistem pengelolaan air cerdas, pemuliaan varietas baru tidak hanya akan lebih cepat tetapi juga merespons secara fleksibel terhadap kebutuhan pasar dan perubahan iklim.
Para ahli mengatakan bahwa jika diterapkan secara luas, model “pabrik hibrida robotik” dapat mengubah cara manusia memproduksi makanan, membantu memastikan keamanan pangan global dalam konteks populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai hampir 10 miliar orang pada tahun 2050.
Pada saat yang sama, penerapan teknologi ini di negara-negara berkembang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada benih impor.
Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc/cong-nghe-giup-trung-quoc-vuot-thoi-gian-trong-cuoc-dua-luong-thuc-20250815081118938.htm
Komentar (0)