Tanpa menciptakan dominasi yang luar biasa atau menampilkan gaya permainan yang mencolok, Kroasia tetap mencapai hal terpenting: mengamankan tiga poin penuh melawan Panama dalam pertandingan kedua mereka di Grup L Piala Dunia 2026.
Kemenangan tipis 1-0 di Toronto menghidupkan kembali harapan para perwakilan Eropa untuk lolos ke babak 16 besar, sekaligus menunjukkan ketahanan tim hebat yang tahu bagaimana mengatasi momen-momen sulit.

Kroasia kembali membangkitkan harapan untuk melaju ke babak selanjutnya setelah kemenangan mereka melawan Panama.
Setelah kekalahan 2-4 melawan Inggris di pertandingan pembuka, Kroasia memasuki laga melawan Panama di bawah tekanan yang sangat besar. Hasil yang tidak menguntungkan bisa menyebabkan tersingkirnya mereka lebih awal dari turnamen. Dalam situasi tersebut, pengalaman para pemain, yang telah berkompetisi di turnamen besar selama bertahun-tahun, terbukti sangat berharga.
Meskipun Panama memulai pertandingan dengan penuh tekad dan bertekad untuk menyerang, Kroasia tetap tenang. Mereka mengendalikan tempo permainan dengan lebih baik, memanfaatkan beberapa peluang yang ada untuk membuat perbedaan.
Titik balik terjadi pada menit ke-54, ketika striker Ante Budimir menyelesaikan dengan akurat setelah kombinasi dengan Marco Pasalic dan Josip Stanisic, mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Meskipun Budimir memastikan kemenangan, Luka Modric terus menjadi penggerak utama permainan Kroasia.
Di usia 40 tahun, gelandang veteran ini masih menunjukkan kelas dan pengaruhnya yang signifikan dalam pertandingan yang menandai penampilan ke-200-nya untuk tim nasional. Kehadiran Modric membawa stabilitas ke lini tengah, membantu Kroasia mempertahankan kendali permainan meskipun mendapat tekanan dari Panama menjelang akhir pertandingan.
Bagi Panama, kekalahan ini sangat disayangkan karena perwakilan CONCACAF tersebut bermain dengan penuh usaha. Mereka secara konsisten melancarkan serangan dari sayap, memberikan banyak umpan silang berbahaya, dan menciptakan tekanan dari bola mati.
Namun, kurangnya kualitas penyelesaian akhir mencegah Panama untuk mengkonversi peluang mereka menjadi gol. Setelah dua kekalahan beruntun, tim Amerika Tengah itu secara resmi kehilangan semua peluang untuk melaju ke babak selanjutnya.

Meskipun kalah dalam pertandingan, Cristian Martinez dari Panama tetap terpilih sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.
Meskipun kemenangan melawan Panama tidak menjamin Kroasia lolos ke babak gugur, kemenangan itu menunjukkan kualitas berharga dari tim yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Bahkan ketika tidak dalam performa terbaiknya, Kroasia tahu bagaimana caranya menang. Dalam turnamen besar, ini seringkali merupakan pertanda tim yang memiliki karakter untuk melangkah jauh.
Pertandingan terakhir Grup L diprediksi akan sangat menegangkan, karena Kroasia hanya tertinggal satu poin dari Inggris dan Ghana, dan masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan tempat di babak selanjutnya. Jika mereka terus mempertahankan kekompakan dan memanfaatkan pengalaman para veteran seperti Modric, tim Kroasia tentu dapat melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Sumber: https://nld.com.vn/croatia-da-tim-lai-cong-thuc-gianh-chien-thang-196260624090218403.htm



























































