|
Departemen Kepolisian Lalu Lintas memperingatkan agar tidak menyebarkan informasi palsu di situs web resminya. |
Departemen Kepolisian Lalu Lintas ( Kementerian Keamanan Publik ) mengeluarkan peringatan pada pagi hari tanggal 2 Februari mengenai beberapa informasi palsu yang beredar di media sosial terkait kegiatan kepolisian lalu lintas.
Oleh karena itu, sebuah artikel baru-baru ini mengklaim bahwa Departemen Kepolisian Lalu Lintas "mengusulkan denda sebesar 5 juta VND bagi individu yang merekam petugas polisi lalu lintas saat mereka sedang bertugas tanpa izin." Artikel tersebut menyertakan gambar ilustrasi yang diduga dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).
Departemen Kepolisian Lalu Lintas menegaskan bahwa informasi ini salah dan tidak benar. Unit tersebut menekankan bahwa konten yang beredar tersebut dapat menyesatkan publik, memengaruhi reputasi lembaga penegak hukum serta ketertiban sosial.
Departemen Kepolisian Lalu Lintas juga menyatakan bahwa individu atau organisasi yang menyebarkan informasi palsu akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum.
Pihak berwenang menyarankan warga untuk berhati-hati saat mengakses dan membagikan informasi di media sosial. Warga sebaiknya hanya mengikuti dan memperbarui informasi dari sumber resmi untuk menghindari penyebaran berita palsu.
Warga negara masih memiliki hak untuk menggunakan alat perekam audio dan video untuk memantau pekerjaan petugas polisi lalu lintas. Namun, kegiatan ini tidak boleh mengganggu pelaksanaan tugas resmi.
Pada pertemuan tanggal 30 Oktober yang dipimpin oleh Bapak Ho Quang Huy, Direktur Departemen Inspeksi Dokumen Hukum, instansi-instansi tersebut menambahkan ketentuan tentang penerapan demokrasi dalam menjamin ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Di sini, perwakilan dari Departemen Peninjauan Dokumen Hukum melaporkan hasil penelitian awal mengenai beberapa ketentuan dalam Surat Edaran 46, berdasarkan peninjauan dan perbandingan dengan pedoman Partai, Konstitusi, dan peraturan hukum yang berlaku.
Secara khusus, opini-opini tersebut juga membahas realitas pemantauan, perekaman, pengambilan gambar, dan pemotretan proses kerja petugas polisi lalu lintas dan tentara di masa lalu.
Unit terkait menegaskan bahwa, setelah berlakunya Surat Edaran 46/2024/TT-BCA, warga masih diperbolehkan merekam audio dan video untuk memantau petugas polisi lalu lintas, namun harus mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh hukum dan tidak boleh mengganggu atau memengaruhi tugas petugas saat mereka menjalankan tugas resminya.
Surat edaran tersebut juga mengklarifikasi bahwa pengawasan publik harus berpegang pada prinsip tidak berdampak negatif terhadap operasional lembaga pemerintah.
Sumber: https://znews.vn/cuc-csgt-canh-bao-tin-gia-post1624694.html








Komentar (0)