
Para siswa sekolah dasar di distrik Viet Tri dengan percaya diri menampilkan nyanyian Phu Tho Xoan bersama para aktor dan seniman profesional di panggung-panggung besar.
Selama periode 2020-2025, Provinsi Phu Tho telah berupaya mengintegrasikan nyanyian Xoan ke dalam kurikulum pendidikan umum dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Hingga saat ini, 100% guru musik dari prasekolah hingga sekolah menengah pertama di provinsi tersebut telah mengikuti pelatihan dan menerima sertifikat dalam mengajar nyanyian Xoan. Dengan 9 kursus pelatihan yang diselenggarakan untuk 350 guru musik, tim ini telah menjadi kelompok inti yang penting, yang secara langsung mengajarkan nyanyian Xoan kepada siswa.
Nyanyian Xoan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran kurikulum utama, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan pengalaman, bersamaan dengan pembentukan dan pemeliharaan klub nyanyian Xoan dan lagu rakyat di sekolah-sekolah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pejabat, guru, dan siswa tentang nilai dan pentingnya warisan ini.
Bagi anak-anak kecil, pengalaman bernyanyi Xoan bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga sebuah perjalanan "belajar sambil bermain, warisan budaya yang secara bertahap diserap," menabur benih budaya secara alami dan lembut ke dalam jiwa mereka. Di prasekolah dan sekolah dasar, pengalaman bernyanyi Xoan secara rutin diselenggarakan. Ibu Tran Chinh, kepala prasekolah Little Bear (kelurahan Viet Tri), berbagi: "Anak-anak dapat mengalami, mengamati, dan bergabung dengan para pengrajin dan guru dalam menyanyikan lagu-lagu Xoan. Ini juga merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh sekolah setiap Senin pagi. Kegiatan ini membantu menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, cinta terhadap bangsa, dan perlindungan warisan budaya mereka."

Pengalaman bernyanyi tradisional Xoan di desa kuno ini diselenggarakan setiap tahun oleh Taman Kanak-kanak Beruang Kecil.
Selama pengalaman ini, saat mata kecil mereka mengagumi dan telinga mereka mendengarkan lagu dan tarian dari para seniman, anak-anak secara bertahap mengembangkan kecintaan pada tanah air dan kebanggaan nasional dengan cara yang paling alami. Mereka tidak hanya dapat menonton, tetapi mereka juga dapat bertepuk tangan, menari mengikuti musik, atau melepaskan kreativitas mereka melalui gambar-gambar yang unik. Pengalaman-pengalaman ini membantu anak-anak berkembang secara komprehensif dalam bahasa, musik, pemikiran kreatif, keterampilan komunikasi, dan emosi.
Yang perlu diperhatikan, nyanyian Xoan tidak hanya terbatas di sekolah-sekolah tetapi juga dibawa ke panggung yang lebih besar, menciptakan peluang bagi anak-anak muda untuk tampil dan berinteraksi dengan seniman veteran. Setiap tahun, provinsi Phu Tho menyelenggarakan festival nyanyian Xoan dan lagu rakyat untuk memperingati Hari Jadi Leluhur Raja-Raja Hung - Festival Kuil Hung, bersamaan dengan pertunjukan dan pengenalan nyanyian Xoan dalam kerangka festival tersebut. Selain itu, model pariwisata sekolah yang terkait dengan warisan nyanyian Xoan sedang dikembangkan, memungkinkan siswa untuk belajar dan mengalami warisan tersebut di situs-situs bersejarah.
Gambar-gambar siswa yang mengenakan pakaian tradisional dengan percaya diri menampilkan nyanyian Xoan bersama para perajin senior di acara-acara budaya besar seperti Festival Kuil Hung telah menjadi sorotan budaya yang menyentuh dan bermakna, mendidik generasi muda tentang tradisi dan mempromosikan warisan budaya. Berpartisipasi dalam acara-acara berskala besar ini bukan hanya suatu kehormatan tetapi juga kesempatan bagi para siswa untuk sangat menghargai nilai warisan budaya, sehingga menjadi lebih sadar akan tanggung jawab mereka untuk melestarikannya.

Para siswa mempelajari tentang Nyanyian Phu Tho Xoan, sebuah warisan budaya tak benda yang mewakili umat manusia, di Kuil Lai Len.
Dalam sesi berbagi tentang peran pengajaran, Seniman Rakyat Nguyen Thi Lich (kepala grup nyanyi Xoan An Thai) menegaskan: "Agar warisan nyanyi Xoan dapat menyebar dan berkembang secara berkelanjutan, tidak ada yang lebih baik daripada mengajarkannya kepada generasi muda. Ini adalah cara terbaik bagi generasi muda untuk lebih memahami, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur mereka. Nyanyi Xoan harus diajarkan sejak usia dini, sehingga anak-anak secara bertahap menyerapnya, mencintainya, dan barulah mereka memiliki kesadaran untuk melestarikannya. Saya sangat bangga bahwa di grup nyanyi Xoan An Thai saat ini, terdapat 5 generasi penyanyi Xoan."
Memberikan kesempatan kepada anak-anak prasekolah dan sekolah untuk mengenal nyanyian Xoan merupakan investasi berharga untuk masa depan. Lebih penting lagi, inilah cara kita menabur benih kesadaran pelestarian warisan budaya sejak usia dini, sehingga nyanyian Xoan tidak hanya menjadi sumber kebanggaan di masa lalu, tetapi melodinya akan terus hidup di masa depan, diteruskan dan dikembangkan oleh anak-anak masa kini, menjadi "tunas Xoan" yang segar dan bersemangat. Inilah cara kita mewariskan nilai-nilai budaya kuno, sehingga nyanyian Xoan akan selalu menjadi sumber kebanggaan bagi tanah leluhur dan seluruh bangsa Vietnam.
Le Hoang
Sumber: https://baophutho.vn/cung-em-vui-hoc-hat-xoan-244392.htm






Komentar (0)