![]() |
| Keluarga Ibu Ha Thi Thin memelihara beragam jenis ternak untuk memenuhi permintaan pasar. |
Rumah kayu tua tersebut telah diperkuat dan dikelilingi oleh hijaunya pepohonan buah dan hutan akasia seluas lebih dari 3 hektar yang berusia hampir 4 tahun. Ruang produksi telah ditata ulang secara ilmiah dan rapi. Kandang ternak diatur secara logis, memastikan kebersihan lingkungan.
Perubahan penampilan tersebut mencerminkan pergeseran pola pikir dan pendekatan ekonomi keluarga. Setelah melakukan riset, ia mengalihkan fokusnya ke peternakan khusus dengan nilai ekonomi tinggi, yang sesuai dengan permintaan pasar. Arah ini telah meletakkan dasar untuk peningkatan pendapatan.
Saat ini, keluarga tersebut memelihara lebih dari 100 ekor ayam guinea, bersama dengan ayam berbokong hitam dan ayam kampung yang dipelihara secara bebas. Ini adalah jenis ayam berkualitas tinggi yang populer di kalangan konsumen.
Selain beternak babi putih, ia juga memelihara babi hutan komersial dalam jumlah puluhan ekor, yang memberikan sumber pendapatan yang stabil. Selama liburan Tet baru-baru ini, seluruh ternaknya terjual, dan saat ini ia sedang merenovasi kandang untuk menambah stok.
![]() |
| Keluarga Ibu Ha Thi Thin sedang bereksperimen dengan memelihara tikus bambu pipi merah muda untuk menambah penghasilan mereka. |
Tidak puas dengan ternak tradisional, Ibu Thin terus bereksperimen dengan memelihara lebih dari 20 tikus bambu pipi merah muda, spesies yang sangat berharga. Menurutnya, setiap model diteliti secara menyeluruh sebelum diimplementasikan, mulai dari karakteristik hewan hingga teknik perawatan dan hasil produksi. Pendekatan ini membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi produksi.
Selain peternakan, keluarga tersebut secara efektif memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Kolam di kaki bukit digunakan untuk budidaya ikan, sekaligus menyediakan air irigasi untuk tanaman teh dan pohon buah-buahan.
Taman yang mengelilingi rumah dikembangkan dengan mempertimbangkan keanekaragaman hayati, menampilkan pepohonan seperti sapodilla, mangga, pomelo, dan nangka, diselingi dengan pohon kayu bernilai ekonomis seperti jati dan mahoni. Dia berencana untuk memperluas area tersebut untuk menanam pohon star apple guna meningkatkan pendapatannya.
Dari keluarga miskin, keluarga Ibu Thin kini telah keluar dari kemiskinan dan secara bertahap mencapai stabilitas ekonomi. Hasil ini merupakan akumulasi pengalaman dari inovasi dalam pola pikir produksi, pemilihan model yang tepat, dan penerapannya secara konsisten.
Menurutnya, produksi pertanian perlu dikaitkan dengan permintaan pasar, dengan fokus pada produk berkualitas tinggi dan bernilai tinggi, daripada mengejar kuantitas.
Di balik kesuksesan saat ini terdapat sebuah proses yang penuh tantangan. Pada tahun-tahun awal penerapan model ini, keluarga tersebut menghadapi banyak kesulitan, bahkan terkadang mengalami kegagalan dan kehilangan modal.
Namun, alih-alih menyerah, dia terus belajar dari pengalaman, menyesuaikan metode produksi, secara bertahap mengatasi keterbatasan, dan menstabilkan skala bisnisnya.
Melalui interaksi kami, kami dapat melihat ketekunan dan fleksibilitasnya dalam mengatur produksi, serta semangat proaktif dalam merangkul hal-hal baru. Ini adalah faktor-faktor penting yang membantu model ekonomi keluarga berkembang secara berkelanjutan dan sesuai dengan kondisi aktual.
Perlu dicatat, dia adalah seorang ibu tunggal yang membesarkan putranya, yang saat ini sedang kuliah, sendirian. Dalam keadaan yang penuh tantangan, menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan membiayai pendidikan putranya menunjukkan upaya luar biasa yang dilakukan seorang pekerja di daerah pedesaan.
Dari model pembangunan ekonomi Ibu Ha Thi Thin, dapat dilihat bahwa jika petani tahu cara memanfaatkan sumber daya yang ada, berani berinovasi dalam berpikir, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan terutama fokus pada produk bernilai tambah tinggi, mereka pasti dapat meraih kekayaan di lahan mereka sendiri.
Sumber: https://baothainguyen.vn/kinh-te/202604/da-dang-hoa-dan-vat-nuoi-de-lam-giau-19122bf/










Komentar (0)