Menurut VNA, di Da Lat (provinsi Lam Dong), pada pagi hari tanggal 24 Mei, sejumlah besar biksu, biarawati, umat Buddha, dan wisatawan berpartisipasi dalam prosesi patung kelahiran Buddha dan ritual memandikan patung Buddha di Danau Xuan Huong sebagai bagian dari perayaan Hari Lahir Buddha yang berlangsung dari tanggal 23 hingga 31 Mei. Puncak acara adalah parade 15 kereta hias bunga melalui jalan-jalan pusat kota, bersamaan dengan serangkaian kegiatan budaya, spiritual, dan amal berskala besar seperti penerangan bunga teratai di Danau Xuan Huong, pameran makanan vegetarian , pasar gratis, pemberian beasiswa, dan pembangunan rumah amal.
![]() |
| Seorang penganut Buddha etnis K'Ho dari komune Di Linh (provinsi Lam Dong ) menempuh perjalanan hampir 100 km untuk menghadiri prosesi hari jadi Buddha selama perayaan Hari Jadi Buddha 2026 di Da Lat. (Foto: VNA) |
Panitia penyelenggara juga memberikan sebuah rumah senilai 100 juta VND kepada keluarga yang membutuhkan, menyediakan peralatan air bersih bagi siswa di daerah terpencil, dan memberikan 80 beasiswa kepada siswa kurang mampu yang telah mengatasi kesulitan. Pada kesempatan ini, Komite Kebudayaan Pusat Asosiasi Buddha Vietnam meluncurkan kompetisi di bidang sastra, musik , arsitektur, dan seni rupa untuk menyebarkan nilai-nilai budaya Buddha Vietnam dalam kehidupan kontemporer.
Di Ninh Binh, perayaan Hari Lahir Buddha, dengan tema "Perjalanan Cahaya - Menyentuh Welas Asih," diadakan di Pagoda Bai Dinh dengan partisipasi sekitar 3.000 biksu, biksuni, umat Buddha, dan wisatawan. Pada upacara tersebut, Yang Mulia Thich Thanh Nhieu, Anggota Tetap Dewan Tetua Buddha, Wakil Ketua Tetap Dewan Eksekutif Sangha Buddha Vietnam, dan Kepala Biara Pagoda Bai Dinh, membacakan pesan Hari Lahir Buddha dari Patriark Agung Sangha Buddha Vietnam, yang menyerukan untuk menumbuhkan welas asih, hidup dengan penuh kesadaran, dan menyebarkan nilai-nilai positif Buddhisme di masyarakat.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Bapak Nguyen Anh Chuc, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Ninh Binh, menegaskan bahwa Buddhisme Vietnam selalu menjadi pendamping bangsa, berkontribusi dalam memperkuat persatuan nasional, menyebarkan gaya hidup welas asih dan tanpa pamrih, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan kesejahteraan sosial, perlindungan lingkungan, dan membangun kehidupan budaya di daerah pemukiman. Pada kesempatan ini, panitia penyelenggara memberikan hadiah kepada 100 siswa kurang mampu dengan total nilai 100 juta VND.
![]() |
| Biksu terhormat dari Pagoda Vinh Nghiem (Kota Ho Chi Minh) melakukan ritual mandi Buddha pada tanggal 24 Mei 2026. (Foto: Koran Giac Ngo) |
Menurut surat kabar Giao Ngo, di Kota Ho Chi Minh, banyak lembaga Buddha besar seperti Kuil Leluhur Vinh Nghiem dan Pagoda Hue Nghiem secara serentak menyelenggarakan retret Delapan Sila, upacara pemandian patung Buddha, dan ceramah Dharma dalam rangka perayaan hari kelahiran Buddha. Sejumlah besar umat Buddha yang taat dengan penuh hormat melakukan ritual pemandian patung Buddha, berjanji untuk hidup berbudi luhur, meninggalkan kejahatan, dan menyebarkan welas asih kepada masyarakat.
Dalam pesannya untuk perayaan Hari Lahir Buddha pada tahun 2570 kalender Buddha, Patriark Agung Sangha Buddha Vietnam, Yang Mulia Thich Tri Quang, menekankan bahwa dalam konteks dunia yang mengalami banyak perubahan, ajaran Buddha tentang welas asih dan kebijaksanaan di bawah cahaya sebab akibat tidak hanya merupakan solusi untuk membangun perdamaian dan persatuan, tetapi juga sumber kehidupan positif dan fondasi bagi pembangunan berkelanjutan.
"Pada tahun 2026, Vietnam memasuki fase baru setelah reorganisasi batas-batas administratif, konsolidasi personel, serta amandemen dan pengesahan beberapa undang-undang, dengan tekad untuk berupaya mencapai pembangunan. Dengan menilik sejarah dan ajaran Buddha melalui Cakkavatti Sīhanāda Sutta (Diskursus Panjang), kami percaya bahwa ketika semua kebijakan didasarkan pada rakyat dan untuk kepentingan mereka, akan tercipta harmoni, konsensus, dan persatuan, dan kesuksesan pasti akan tercapai," demikian pernyataan Yang Mulia Thich Tri Quang.
Yang Mulia Thich Tri Quang menyerukan kepada para biksu, biksuni, dan pengikut Buddha untuk terus melayani masyarakat, menerangi semangat welas asih, dan mendampingi bangsa dalam fase baru pembangunan nasional.
Sumber: https://thoidai.com.vn/dai-le-phat-dan-2026-lan-toa-tinh-than-tu-bi-huong-thien-221666.html












Komentar (0)