Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Pelabelan energi – Sebuah “paspor” untuk material ramah lingkungan.

VTV.vn - Menurut Kementerian Konstruksi, surat edaran tentang pelabelan energi untuk bahan bangunan diperkirakan akan diterbitkan pada kuartal keempat tahun 2026.

Đài truyền hình Việt NamĐài truyền hình Việt Nam13/05/2026

Ini dianggap sebagai "paspor" untuk mempromosikan produksi, peredaran, dan penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan di pasar. Bapak Le Van Ke, Wakil Direktur Departemen Sains , Teknologi, Lingkungan, dan Bahan Bangunan, menyatakan bahwa pengembangan bahan bangunan ramah lingkungan bukan lagi sekadar tren yang didorong, tetapi secara bertahap telah memasuki produksi dan pasar. Namun, dibandingkan dengan persyaratan pengembangan baru, masih ada potensi yang sangat besar.

Dalam periode mendatang, industri bahan bangunan perlu terus meningkatkan mekanisme kebijakan, standar, peraturan, norma, basis data, mekanisme sertifikasi, dan perangkat pasar untuk secara kuat mendorong produksi dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Orientasi ini juga diuraikan secara jelas dalam Direktif No. 03-CT/TW tanggal 3 Februari 2026 dari Komite Sentral Partai tentang penguatan kepemimpinan dalam pengelolaan dan pengembangan bahan bangunan di era baru. Untuk mengkonkretkan direktif tersebut, Perdana Menteri mengeluarkan Keputusan No. 527/QD-TTg tanggal 31 Maret 2026 tentang rencana pelaksanaan, yang menekankan perlunya pengembangan industri bahan bangunan secara berkelanjutan, peningkatan daya saing, promosi transformasi hijau, inovasi teknologi, dan transparansi pasar.

Kementerian Konstruksi saat ini sedang menyelesaikan dokumen hukum terkait, termasuk Keputusan tentang pengelolaan bahan bangunan untuk menggantikan Keputusan No. 09/2021/ND-CP dan Surat Edaran tentang pengelolaan mutu bahan dan produk bangunan untuk menggantikan Surat Edaran No. 10/2024/TT-BXD.

Menurut Bapak Ke, dalam konteks negara memasuki tahap pembangunan baru, industri bahan bangunan harus mengalami perubahan signifikan baik dalam pola pikir pembangunan maupun metode manajemen. Alih-alih bergantung terutama pada eksploitasi sumber daya, tenaga kerja murah, dan perluasan kapasitas, industri ini perlu beralih ke model pertumbuhan yang berbasis teknologi, manajemen modern, inovasi, penghematan energi, ekonomi sirkular, dan emisi rendah.

Dán nhãn năng lượng - “Giấy thông hành” cho vật liệu xanh - Ảnh 1.

Pelabelan energi tidak hanya membantu mengidentifikasi produk yang hemat energi dan ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan alat yang transparan bagi pasar.

Pelabelan energi tidak hanya membantu mengidentifikasi produk yang hemat energi dan ramah lingkungan, tetapi juga menciptakan alat yang transparan bagi pasar, memberikan dasar bagi konsumen, investor, dan lembaga pengatur untuk mengevaluasi dan memilih produk.

Bapak Le Quang Hung, mantan Wakil Menteri Konstruksi dan Ketua Asosiasi Beton Vietnam, meyakini bahwa mempromosikan pengembangan material bangunan ramah lingkungan membutuhkan tinjauan dan arahan yang lebih komprehensif.

Pertama, perlu diklarifikasi konsepnya dan ditetapkan sistem identifikasi yang ter统一 untuk material ramah lingkungan, terutama dalam konteks perkembangan kebijakan baru terkait pengelolaan material bangunan di Vietnam. Standardisasi konsep ini akan membantu menghindari tumpang tindih dan menciptakan landasan untuk pengelolaan yang efektif.

“Saat ini, pelabelan bahan ramah lingkungan dilakukan oleh banyak organisasi dengan kriteria yang tidak konsisten, yang menyebabkan kurangnya keseragaman dan menimbulkan kesulitan bagi pasar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan seperangkat kriteria umum dan transparan untuk mendefinisikan dengan jelas apa yang dimaksud dengan ‘ramah lingkungan,’ dan pada saat yang sama, menentukan bagaimana mengevaluasi dan memverifikasi kriteria tersebut,” analisis Bapak Hung.

Selain itu, sistem standar dan regulasi teknis untuk setiap kelompok material juga perlu ditingkatkan dan disinkronkan. Negara perlu memiliki mekanisme dukungan khusus seperti memprioritaskan penggunaan material ramah lingkungan dalam proyek investasi publik, sekaligus mengambil pelajaran dari pengalaman internasional untuk membangun kerangka kebijakan yang sesuai dengan kondisi Vietnam.

Salah satu hambatan saat ini adalah tingginya biaya produk ramah lingkungan. Oleh karena itu, bersamaan dengan kebijakan yang mendukung, perlu diperkuat komunikasi agar masyarakat dan bisnis memahami manfaat jangka panjang dari material ramah lingkungan, sehingga mengubah kebiasaan konsumsi dan investasi mereka.

Membangun mekanisme pelabelan efisiensi energi untuk bahan bangunan bukan hanya masalah teknis, tetapi juga langkah penting menuju terciptanya pasar yang transparan, sehat, dan kompetitif untuk bahan bangunan ramah lingkungan.

Ketika kriteria distandardisasi, produk dikategorikan dengan jelas, dan terdapat mekanisme verifikasi independen, bisnis akan memiliki insentif untuk berinvestasi dalam inovasi teknologi, dan konsumen akan memiliki dasar yang lebih baik untuk memilih produk hemat energi dan ramah lingkungan.

Sumber: https://vtv.vn/dan-nhan-nang-luong-giay-thong-hanh-cho-vat-lieu-xanh-100260513181642674.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Ruang kelas di Pulau Barat (Kepulauan Spratly)

Ruang kelas di Pulau Barat (Kepulauan Spratly)

Di balik tirai

Di balik tirai

Ritual doa untuk perdamaian dalam festival KaTe

Ritual doa untuk perdamaian dalam festival KaTe