Piala Dunia 2026 bukan hanya panggung bagi para bintang di lapangan, tetapi juga tempat di mana WAGs (istri dan pacar pemain) menarik perhatian di tribun. Tidak jarang kita melihat WAGs di tribun mengenakan jersey dengan nama pemain tercetak di bagian belakang, disertai pesan yang mengungkapkan kasih sayang atau detail pribadi.
Di media sosial, serangkaian foto WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) yang mengenakan jersey dengan nama suami atau pacar mereka tercetak di atasnya dengan cepat menjadi viral, menciptakan tren fesyen yang khas setiap kali Piala Dunia berlangsung.
Tribun-tribun Piala Dunia dipenuhi dengan kaus-kaus jersey.




Jika sekitar dua dekade lalu, WAGs sering disebut-sebut karena gaya hidup mewah atau glamor mereka, generasi WAGs saat ini semakin fokus menunjukkan dukungan mereka kepada pasangan mereka dalam karier olahraga .
Ledakan media sosial telah memberikan makna yang sama sekali berbeda pada jersey sepak bola. Foto yang diambil di tribun kini dapat menjangkau jutaan orang hanya dalam beberapa jam. Oleh karena itu, jersey yang dicetak dengan nama pemain tidak hanya terlihat di stadion tetapi juga telah menjadi bagian dari strategi membangun citra pribadi bagi WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola).
Banyak merek fesyen bahkan dengan cepat merangkul tren ini dengan merilis jersey yang dirancang khusus untuk anggota keluarga pemain. Bagi banyak penggemar, ini adalah gambaran yang indah. Hal ini menciptakan rasa kedekatan, memungkinkan penggemar untuk melihat sisi yang lebih membumi dari para bintang sepak bola.
Di Piala Dunia 2026 yang saat ini sedang berlangsung di AS, istri dan pacar para pemain Inggris melanjutkan tradisi mendukung tim nasional mereka. Banyak wajah familiar, seperti Megan Pickford – istri dari kiper Jordan Pickford, dan Ashlyn Castro – pacar dari Jude Bellingham, telah muncul di tribun mengenakan jersey untuk menyemangati Harry Kane dan rekan-rekan setimnya.
Tolami Benson, kekasih striker Bukayo Saka, selalu menarik perhatian setiap kali ia muncul di tribun mengenakan jersey Inggris. Pada pertandingan Inggris di Piala Dunia 2026, Benson secara konsisten mengenakan jersey dengan nama Saka tercetak di bagian belakang. Detail ini banyak diberitakan oleh media Inggris.
Selain para WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) Inggris, pemandangan wanita mengenakan jersey dengan nama dan nomor suami atau pacar mereka tercetak di atasnya pada pertandingan Piala Dunia telah menjadi hal yang biasa.
Tren kontroversial


Dalam podcast The Overlap , legenda Manchester United, Roy Keane, menarik perhatian dengan secara terbuka mengkritik WAGs (istri dan pacar pesepakbola) karena mengenakan jersey dengan nama suami atau pacar mereka di tribun Piala Dunia. Roy Keane secara terbuka menyebut tren ini konyol dan berpendapat bahwa istri dan pacar tidak perlu mengenakan jersey dengan nama pasangan mereka untuk menunjukkan dukungan.
"Setiap kali Piala Dunia tiba, semua istri, anak-anak, dan keluarga pemain berbondong-bondong ke stadion. Para istri semuanya mengenakan kaus dengan nama suami mereka di bagian belakang. Tidak masalah jika anak-anak mengenakannya, tetapi sangat sulit untuk memahami mengapa istri dan pacar mengenakan kaus dengan nama pemain di bagian belakang," kata Roy Keane.
Keane berpendapat bahwa banyak orang mengambil foto dengan nama pasangan mereka di bagian belakang kaus, tetapi mereka mungkin putus setahun kemudian. Komentar ini langsung memicu perdebatan sengit di dunia sepak bola dan di media sosial.
Pandangan Keane sebenarnya tidak mengejutkan. Selama bertahun-tahun, ia dikenal karena pendekatannya yang tradisional terhadap sepak bola, menekankan kesederhanaan dan substansi, dan umumnya menunjukkan sedikit simpati terhadap penampilan di luar lapangan.
Namun, mantan striker Ian Wright, yang juga hadir di acara tersebut, membantah pandangan Roy Keane. "Saya tidak melihat ada yang salah dengan itu. Suami atau pacar mereka bermain. Mereka bangga akan hal itu dan ingin mengenakan jersey orang yang mereka cintai. Sesederhana itu," kata Ian Wright.
Debat antara Roy Keane dan Ian Wright mengungkapkan dua perspektif yang sangat berbeda tentang peran WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) dalam sepak bola modern. Mereka yang setuju dengan Keane berpendapat bahwa Piala Dunia seharusnya fokus pada pertandingan itu sendiri daripada aktivitas yang berorientasi pada citra. Mereka merasa bahwa mengenakan kaus dengan nama pemain terkadang terasa berlebihan atau mengubah tribun menjadi ajang peragaan busana.
Sebaliknya, banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah tindakan kasih sayang yang sangat normal. Mengingat para pemain jauh dari keluarga mereka selama berminggu-minggu selama Piala Dunia, sangat wajar dan terhormat bagi anggota keluarga untuk mengenakan jersey mereka untuk menunjukkan dukungan.
Faktanya, mayoritas penggemar saat ini cenderung mendukung sudut pandang Ian Wright. Karena dalam turnamen yang berlangsung selama berminggu-minggu dengan tekanan yang sangat besar, kehadiran keluarga sering dianggap sebagai sumber dukungan moral yang sangat penting bagi para pemain.
Terlepas dari setuju atau tidak, tidak dapat disangkal bahwa mengenakan jersey dengan nama suami atau pacar Anda tercetak di atasnya telah menjadi bagian dari budaya Piala Dunia modern. Hal ini mencerminkan pergeseran dalam sepak bola di era media sosial, di mana kisah di luar lapangan terkadang mendapat perhatian yang sama besarnya dengan peristiwa di lapangan.
Sumber: https://tienphong.vn/dan-wags-bi-chi-trich-o-world-cup-post1853327.tpo


























































