Nyeri orbital adalah gejala yang cukup umum dan dapat disebabkan oleh banyak faktor berbeda. Dalam banyak kasus, kondisi ini hanya terkait dengan kelelahan mata, ketegangan yang berkepanjangan, atau masalah ringan.
Namun, nyeri orbital juga bisa menjadi tanda peringatan dari banyak kondisi berbahaya seperti glaukoma akut, selulitis orbital, neuritis optik, pseudotumor orbital, atau penyakit neurologis dan THT. Oleh karena itu, pasien tidak boleh lengah ketika mengalami nyeri di area orbital, terutama jika nyeri tersebut berkepanjangan atau disertai dengan kelainan penglihatan.
Nyeri orbital akibat penyebab yang berhubungan dengan mata.
Rongga orbita adalah rongga tulang yang berisi bola mata beserta banyak struktur penting seperti otot ekstraokular, saraf optik, pembuluh darah, kelenjar lakrimal, dan jaringan ikat di sekitarnya. Meskipun sebagian besar dinding orbita terdiri dari tulang yang relatif kuat, area ini masih mengandung banyak jaringan lunak yang rentan terhadap peradangan atau cedera.
Karena banyak komponen yang terlibat dalam fungsi penglihatan, gejala nyeri orbital sangat beragam dan sulit untuk menentukan penyebab pastinya tanpa pemeriksaan oleh spesialis.
Beberapa kondisi mata dapat menyebabkan nyeri orbital, termasuk:
Glaukoma akut
Kondisi ini melibatkan peningkatan tekanan secara tiba-tiba di dalam mata, menyebabkan nyeri hebat di rongga mata, kemerahan, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, dan mungkin disertai mual dan muntah. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik dan mengakibatkan kehilangan penglihatan.
Selulitis orbita
Kondisi ini melibatkan peradangan pada jaringan di belakang septum orbita. Pasien biasanya mengalami nyeri mata, pembengkakan dan kemerahan pada kelopak mata, mata menonjol, keterbatasan gerakan mata, demam, dan penurunan penglihatan. Ini adalah kondisi berbahaya yang membutuhkan pengobatan dini untuk mencegah komplikasi yang meluas.
Neuritis optik
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang hebat di rongga mata, terutama nyeri yang meningkat saat menggerakkan mata. Pasien sering mengalami penurunan penglihatan, penglihatan kabur, atau penurunan kemampuan untuk membedakan warna.
Pseudotumor rongga mata
Ini adalah peradangan yang tidak diketahui penyebabnya yang terjadi pada jaringan rongga mata. Pasien mungkin mengalami gejala seperti nyeri, pembengkakan di sekitar mata, penglihatan ganda, keterbatasan gerakan mata, dan penurunan penglihatan.

Nyeri orbital tidak hanya disebabkan oleh kelelahan mata, tetapi juga bisa menjadi tanda kondisi medis yang berbahaya.
Nyeri orbital akibat penyakit sistemik
Tidak semua kasus nyeri orbital berasal dari mata itu sendiri. Kondisi tertentu yang memengaruhi organ di dekatnya atau penyakit sistemik juga dapat menyebabkan gejala ini.
Sinusitis, khususnya sinusitis frontal atau etmoid, sering menyebabkan nyeri di sekitar rongga mata, nyeri di antara mata, atau peningkatan nyeri saat menundukkan kepala ke depan.
Selain itu, kondisi neurologis seperti neuralgia trigeminal, migrain, atau gangguan serebrovaskular juga dapat bermanifestasi sebagai nyeri di sekitar mata atau nyeri yang dalam di rongga mata.
Penderita kondisi kronis seperti hipertensi atau diabetes juga perlu berhati-hati, karena komplikasi mata atau kerusakan pada pembuluh darah dan saraf dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan menyebabkan nyeri pada rongga mata.
Kapan Anda harus segera menemui dokter?
Pasien harus segera mengunjungi klinik mata spesialis jika mengalami salah satu gejala berikut:
- Nyeri hebat atau nyeri yang meningkat dengan cepat di rongga mata.
- Nyeri mata disertai kemerahan dan pembengkakan kelopak mata.
- Penglihatan menurun, penglihatan kabur, atau penglihatan ganda.
- Keterbatasan gerakan mata atau peningkatan rasa sakit saat menggerakkan mata.
- Mata menonjol secara tidak normal.
- Nyeri mata disertai demam, mual, muntah, atau sakit kepala hebat.
Pemeriksaan dini memungkinkan dokter untuk menentukan penyebabnya secara akurat melalui metode seperti tes penglihatan, pengukuran tekanan intraokular, fundoskopi, atau diagnostik pencitraan bila diperlukan, sehingga memberikan pengobatan yang tepat.
Singkatnya: Nyeri orbital adalah gejala yang tidak boleh dianggap remeh, karena dapat dikaitkan dengan banyak kondisi medis, mulai dari yang sederhana hingga yang serius. Beberapa kasus, seperti glaukoma akut, selulitis orbital, atau neuritis optik, memerlukan diagnosis dan pengobatan segera untuk menghindari risiko kehilangan penglihatan permanen.
Oleh karena itu, ketika mengalami nyeri orbital yang terus-menerus dan berulang atau disertai gejala visual abnormal, pasien harus segera memeriksakan diri dan mendapatkan perawatan di fasilitas medis yang khusus menangani oftalmologi, yang berkontribusi pada perlindungan penglihatan mereka dan peningkatan kualitas hidup mereka.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/dau-hoc-mat-canh-bao-benh-gi-169260613084719978.htm







