| Pertemuan orang tua dan guru di awal tahun ajaran baru (Gambar ilustrasi). |
Skenario yang umum terjadi adalah guru melaporkan prestasi sekolah dari tahun ajaran sebelumnya, menguraikan arah umum untuk tahun ajaran baru, dan kemudian mengumumkan biaya sekolah. Selama diskusi, orang tua jarang mengajukan pertanyaan terkait pengajaran dan pembelajaran, tetapi sebagian besar fokus pada biaya sekolah.
Terjadi perdebatan berjam-jam tentang kontribusi, tetapi pada akhirnya, sebagian besar setuju untuk segera menyelesaikannya agar anak-anak mereka tidak merasa terpinggirkan dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Notulen rapat biasanya diakhiri dengan kalimat singkat: Semua orang tua telah setuju. Oleh karena itu, banyak orang, setelah menerima undangan, langsung mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui isinya bahkan sebelum menghadiri rapat, asalkan mereka membayar penuh.
Ini sangat disayangkan, karena pertemuan orang tua-guru pertama di tahun ajaran sangat penting, terutama bagi siswa yang memasuki kelas satu. Ini adalah kesempatan bagi guru untuk bertemu dengan orang tua, dan bagi orang tua untuk lebih memahami orang yang secara langsung mengajar dan mengelola anak-anak mereka. Jika pertemuan hanya berputar di sekitar masalah biaya, makna aslinya akan hilang.
Sebaliknya, jika diselenggarakan dengan semangat yang tepat, pertemuan tersebut dapat menjadi forum dua arah di mana sekolah berbagi tujuan dan arah pendidikannya , sementara orang tua menyampaikan keinginan, kekhawatiran, dan pengalaman mereka dalam mendukung anak-anak mereka.
Untuk mencapai hal ini, pertama-tama, sekolah perlu bersikap terbuka dan transparan, hanya memungut biaya yang benar-benar diperlukan dan sesuai dengan peraturan. Kedua, orang tua harus mengubah pola pikir mereka, tidak hanya menghadiri pertemuan untuk "mendengarkan laporan" atau "membayar uang," tetapi secara proaktif mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan metode pembelajaran, disiplin di kelas, keterampilan hidup, kerja sama dalam manajemen waktu, kegiatan ekstrakurikuler, penggunaan media sosial, dan lain sebagainya.
Ketiga, otoritas pendidikan harus memiliki mekanisme pengawasan yang ketat untuk memberikan hukuman berat terhadap biaya yang berlebihan, sekaligus memberikan panduan untuk memastikan bahwa pertemuan orang tua-guru tetap fokus pada isu-isu utama.
Selain itu, pertemuan orang tua-guru seharusnya tidak hanya dianggap sebagai urusan pribadi antara guru dan orang tua, tetapi juga sebagai tanggung jawab seluruh masyarakat dalam membina dan mendidik generasi muda. Jika keluarga hanya fokus pada nilai, sekolah hanya memprioritaskan prestasi akademik, dan administrator hanya menangani prosedur administratif, maka siswa akan kesulitan untuk berkembang secara holistik.
Pertemuan singkat di awal tahun mungkin tidak mengubah segalanya, tetapi dapat menumbuhkan konsensus, membangun kepercayaan, dan meletakkan dasar bagi guru, siswa, dan orang tua untuk bekerja menuju tujuan bersama.
Ketika setiap pihak memahami peran mereka, pertemuan orang tua-guru benar-benar menjadi jembatan, bukan hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga untuk menghubungkan tanggung jawab dan berbagi keyakinan. Ini bukan sekadar pertemuan untuk memenuhi formalitas, tetapi titik awal yang penting untuk perjalanan pendidikan, di mana keluarga dan sekolah bekerja sama untuk merawat generasi masa depan negara.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202509/de-hop-phu-huynh-la-cau-noi-9110778/






Komentar (0)