Hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum ujian kelulusan SMA tahun 2026, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan membagikan pedoman penting dan fitur baru untuk ujian tahun ini. Sesuai dengan pedoman tersebut, ujian akan tetap mengikuti kurikulum pendidikan umum tahun 2018, tetapi akan dirancang untuk meningkatkan kemampuan membedakan kandidat, sekaligus memenuhi persyaratan kelulusan dan masuk universitas.
Profesor Huynh Van Chuong, Direktur Departemen Manajemen Mutu (Kementerian Pendidikan dan Pelatihan), menyatakan bahwa soal ujian tahun 2026 dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip pengujian modern dan mengikuti dengan cermat persyaratan kurikulum pendidikan umum yang baru.
"Ujian tersebut harus menilai pengetahuan dasar untuk keperluan kelulusan, sekaligus memberikan diferensiasi untuk membantu penerimaan universitas, terutama untuk universitas-universitas ternama," kata Profesor Huynh Van Chuong.

Profesor Huynh Van Chuong, Direktur Departemen Manajemen Mutu - Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. (Foto: Moet)
Tujuan ujian ini adalah untuk memastikan bahwa siswa memenuhi hasil pembelajaran dan dapat memenuhi persyaratan dasar, sekaligus memberikan dasar bagi universitas untuk menggunakan hasil ujian dalam proses penerimaan mahasiswa.
Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga menegaskan bahwa soal ujian kelulusan SMA tahun 2026 dikembangkan sesuai dengan metode pengujian modern, sehingga menjamin keandalan, objektivitas, dan kemampuan untuk menilai kemampuan siswa.
Informasi di atas menunjukkan bahwa kandidat sebaiknya menghindari pembelajaran hafalan atau berfokus pada menebak soal ujian pada tahap akhir. Dengan fokus pada penilaian kompetensi, ujian akan menguji pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dalam kurikulum, bukan sekadar hafalan. Para ahli pendidikan merekomendasikan agar kandidat berkonsentrasi pada penguatan pengetahuan dasar, meninjau topik-topik utama, dan melatih keterampilan mengerjakan ujian sesuai dengan struktur ujian yang baru. Selain itu, mengalokasikan waktu dengan bijak dan mengasah kemampuan untuk menangani soal-soal berbasis aplikasi juga sangat penting.
Selain mempelajari materi, kandidat juga harus memperhatikan peraturan ujian. Mereka harus memeriksa dengan cermat dokumen ujian, lokasi ujian, dan waktu pendaftaran sebelum hari ujian untuk menghindari masalah yang tidak perlu.
Untuk ujian pilihan ganda, kandidat harus mengisi informasi pribadi lengkap, nomor registrasi, kode ujian, dan menandai lembar jawaban dengan akurat sesuai petunjuk. Kesalahan selama ujian dapat langsung memengaruhi hasil, meskipun kandidat menjawab dengan benar.
Selain memfinalisasi soal ujian, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga memberikan perhatian khusus pada proses penilaian untuk memastikan keadilan bagi semua kandidat. Menurut Profesor Huynh Van Chuong, salah satu persyaratan penting adalah mencegah penilaian yang tidak konsisten antar daerah, di mana beberapa daerah memberikan penilaian ketat sementara daerah lain memberikan penilaian yang longgar.
Untuk mencapai tujuan ini, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan akan memperkuat pedoman penilaian yang terperinci, menyelenggarakan sesi penilaian bersama, membandingkan hasil, dan melakukan pengecekan acak selama proses penilaian, terutama untuk Sastra - satu-satunya mata pelajaran berbasis esai dalam ujian.
Tahun 2026 akan menjadi tahun dengan jumlah pendaftar ujian kelulusan SMA terbanyak sepanjang sejarah, yaitu lebih dari 1,22 juta kandidat. Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyatakan bahwa penyusunan soal ujian, pengawasan, dan penilaian dilaksanakan secara serentak untuk memastikan ujian berlangsung dengan aman, serius, objektif, dan adil.
Ujian kelulusan SMA tahun 2026 diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir Juni. Hasil ujian akan digunakan untuk menentukan kelayakan kelulusan SMA dan juga akan menjadi salah satu kriteria penting untuk penerimaan universitas.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/de-thi-tot-nghiep-thpt-2026-co-gi-moi-172260609003711711.htm









