Dalam menghadapi perubahan-perubahan ini, pertanyaan tentang bagaimana mengikuti perkembangan zaman sekaligus melestarikan tradisi keluarga menjadi perhatian khusus di negeri bunga teratai dan kasih sayang yang mendalam.
MENYEBARKAN PESAN "AKHIRI KEKERASAN, TUMBUHKAN CINTA"
Baru-baru ini, di Pusat Kebudayaan Kelurahan My Tho, Komite Tetap Persatuan Wanita Provinsi Dong Thap menyelenggarakan forum "Keluarga di Era Digital - Menjaga Tradisi Keluarga dan Melestarikan Nilai-Nilai Keluarga". Program ini merupakan kegiatan praktis sebagai respons terhadap Bulan Aksi Nasional Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Dalam Rumah Tangga 2026 dan untuk memperingati ulang tahun ke-25 Hari Keluarga Vietnam (28 Juni 2001 - 28 Juni 2026).

Suasana forum menjadi hangat ketika ratusan delegasi, pejabat, anggota, perempuan, dan keluarga teladan dari seluruh provinsi berpartisipasi, berbagi kisah sehari-hari yang bermakna tentang perjalanan mereka dalam menjaga kebahagiaan keluarga di era digital .
Dalam pidatonya di acara tersebut, Kamerad Thai Ngoc Bao Tram, anggota Komite Partai Provinsi dan Ketua Persatuan Wanita Provinsi Dong Thap , menegaskan: Keluarga selalu menjadi inti, "sel" fundamental masyarakat; dan sekaligus, dukungan berkelanjutan yang membantu setiap orang mengatasi kesulitan dan tantangan hidup.
Nilai-nilai indah seperti cinta, kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan berbagi adalah kebajikan tradisional yang telah dilestarikan dan dipromosikan oleh banyak generasi masyarakat di Negeri Teratai.
Namun, dengan perkembangan pesat masyarakat modern, banyak nilai-nilai keluarga berisiko memudar. Tekanan hidup, dampak media sosial, ketergantungan pada teknologi, dan kesenjangan generasi menyebabkan banyak keluarga secara bertahap kehilangan kekompakannya. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan psikologis, dan konflik antara orang tua dan anak terus terjadi secara diam-diam dalam berbagai bentuk.
| Pada acara tersebut, Panitia Penyelenggara memberikan 25 beasiswa kepada siswa kurang mampu dan 25 hadiah kepada anggota perempuan kurang mampu di provinsi tersebut. Meskipun hadiah tersebut tidak bernilai besar secara moneter, hal itu menunjukkan kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap keluarga yang menghadapi kesulitan hidup. Kegiatan ini berkontribusi pada implementasi nyata kampanye "Membangun Keluarga dengan 5 Larangan, 3 Kebersihan, dan 3 Keamanan", bersama dengan program-program bermakna lainnya seperti "Ibu Baptis" dan "Sejuta Hadiah Berbagi Kasih" yang telah dilaksanakan oleh Persatuan Perempuan di semua tingkatan di masa lalu. |
Menurut Kamerad Thai Ngoc Bao Tram, tema Bulan Aksi Nasional Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Dalam Rumah Tangga tahun ini: "Mengakhiri Kekerasan, Menumbuhkan Cinta" bukan hanya slogan propaganda, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab setiap individu, setiap keluarga, dan seluruh masyarakat dalam membangun lingkungan hidup yang aman, manusiawi, dan bahagia.
Organisasi-organisasi perempuan di semua tingkatan di provinsi ini diharuskan untuk terus mempromosikan penyebaran informasi dan pendidikan tentang etika dan keterampilan interpersonal dalam keluarga; meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga; dan segera mendeteksi, mendukung, dan menangani secara tegas pelanggaran hukum yang berkaitan dengan perempuan dan anak-anak.
Salah satu bagian forum yang paling berdampak secara emosional adalah ceramah tematik oleh Dr. Nguyen Hiep Tri, mantan Wakil Kepala Departemen Perlindungan Anak, Perawatan dan Kesejahteraan Sosial, Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh. Melalui cerita-cerita yang mudah dipahami dan praktis, Dr. Nguyen Hiep Tri mengangkat serangkaian isu yang mendorong banyak refleksi dari para orang tua: “Pernahkah Anda, saat makan bersama keluarga, asyik dengan ponsel Anda alih-alih berbicara satu sama lain? Pernahkah Anda tanpa sengaja menyakiti orang yang Anda cintai dengan ketidakpedulian Anda di dunia maya?”
Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan realitas yang mengkhawatirkan di banyak keluarga modern saat ini. Teknologi membawa koneksi ke dunia, tetapi juga menyebabkan banyak anggota keluarga menjadi jauh satu sama lain meskipun tinggal di bawah satu atap. Puncak acara yang menyentuh hati adalah sandiwara "Menjaga Api Kebahagiaan Tetap Menyala di Era Digital" yang dibawakan oleh keluarga Bapak Pham Duong Vinh Loc, dari lingkungan Sa Dec.
Sketsa tersebut secara realistis menggambarkan gambaran yang familiar dari banyak keluarga muda saat ini: sang ayah sibuk dengan rapat daring, sang ibu terus-menerus melakukan siaran langsung untuk menjual barang, dan anak kecil diam-diam menghadapi kesepian di rumah yang penuh dengan perangkat teknologi.
Gambaran seorang gadis kecil yang meniup lilin ulang tahunnya sendirian di samping kue yang dingin membuat banyak hadirin meneteskan air mata. Kompensasi berupa uang atau telepon dari orang tua tidak dapat menggantikan apa yang benar-benar dibutuhkan anak-anak: perhatian, mendengarkan, dan momen kebersamaan yang sederhana. Pesan yang disampaikan melalui sandiwara tersebut menyentuh banyak orang: "Teknologi dapat menghubungkan kita dengan dunia, tetapi terkadang teknologi juga menjauhkan kita dari orang-orang terdekat yang kita cintai."
Di tengah kehidupan modern, kebahagiaan keluarga tidak terletak pada harta benda yang mencolok, tetapi dipupuk oleh hal-hal sederhana: makan bersama seluruh anggota keluarga, percakapan yang tulus, atau momen-momen ketika semua orang "mematikan layar untuk membuka diri terhadap kasih sayang."
RAHASIA UNTUK MENJAGA API KEBAHAGIAAN TETAP MENYALA
Selain mencerminkan aspek tersembunyi kehidupan keluarga di era digital, forum ini juga menyebarkan banyak nilai positif melalui interaksi dengan keluarga-keluarga teladan dalam budaya.

Kisah Bapak Pham Ngo Tan Huy, yang bekerja di Puskesmas Komune Vinh Binh, dan Ibu Tran Thi Thu Thao, yang bekerja di Puskesmas Daerah Go Cong Tay, sangat menyentuh hati para hadirin. Setelah mengabdikan lebih dari 10 tahun di sektor kesehatan, mereka secara konsisten menghadapi tekanan kerja, shift malam, dan jadwal yang tidak teratur. Namun, pemahaman dan empati bersama merekalah yang membuat keluarga mereka bahagia.
Mulai dari mengasuh anak bersama dan berbagi pekerjaan rumah tangga hingga menangani perselisihan, hubungan mereka dibangun atas dasar saling menghormati dan mendengarkan. Ibu Tran Thi Thu Thao berbagi: “Ketika konflik muncul, suami dan istri tidak marah atau meninggikan suara; sebaliknya, mereka berusaha tetap tenang dan mengungkapkan pikiran mereka. Yang terpenting, mereka harus tahu bagaimana menempatkan diri pada posisi orang lain untuk memahami.”
Dalam mendidik anak-anak mereka, alih-alih memaksakan kehendak, orang tua memilih untuk mendampingi mereka, membimbing mereka untuk menggunakan media sosial dengan benar, membedakan antara nilai-nilai nyata dan dunia maya, serta menjauhi konten berbahaya di internet.
Berkat pendidikan positif tersebut, selama bertahun-tahun, keluarga mereka telah dianugerahi gelar Keluarga Budaya Teladan; mereka sendiri telah menerima banyak Sertifikat Penghargaan dari pemerintah pusat dan daerah, dan putra mereka selalu menjadi siswa yang berprestasi.
Forum "Keluarga di Era Digital - Menjunjung Tinggi Tradisi Keluarga dan Melestarikan Nilai-Nilai Keluarga" berakhir dalam suasana hangat dan emosional. Lebih dari sekadar platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membangun keluarga bahagia, program ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai tradisional di setiap rumah di tengah era digital yang terus berubah.
Peringatan 25 tahun Hari Keluarga Vietnam merupakan kesempatan bagi semua orang untuk merenungkan dan menghargai nilai-nilai suci keluarga. Dari rumah-rumah sederhana, nyala api cinta dipelihara dan disebarkan setiap hari, dengan tujuan membangun keluarga yang bahagia, progresif, dan beradab – fondasi berkelanjutan untuk masyarakat yang makmur dan maju.
PAGI
Sumber: https://baodongthap.vn/giu-lua-hanh-phuc-trong-thoi-dai-so-a242525.html








