Pada 21 Mei, Reuters melaporkan bahwa Kanselir Jerman Friedrich Merz telah mengusulkan pemberian status "anggota asosiasi" kepada Ukraina di Uni Eropa (UE) sebagai langkah sementara sebelum negara tersebut secara resmi bergabung dengan blok tersebut.
Menurut Reuters, Merz menekankan bahwa memberikan peran langsung kepada Ukraina dalam struktur Uni Eropa akan menjadi langkah yang diperlukan menuju keanggotaan penuh. Dengan status ini, perwakilan Ukraina dapat menghadiri pertemuan puncak dan pertemuan menteri Uni Eropa, tetapi tidak memiliki hak suara.
Selain itu, Bapak Merz juga mendesak negara-negara Uni Eropa untuk membuat komitmen politik dalam menerapkan klausul bantuan timbal balik kepada Ukraina, guna menciptakan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Menurut Reuters, inisiatif Merz dipandang sebagai upaya untuk mendamaikan keinginan Ukraina untuk aksesi cepat dengan kenyataan bahwa negara itu masih berstatus sebagai negara kandidat.
Sebelumnya pada hari itu, kantor berita Jerman DPA mengutip pernyataan Merz yang mengatakan bahwa menyelesaikan negosiasi aksesi Ukraina ke Uni Eropa dalam waktu singkat adalah "tidak realistis".
Pada tanggal 30 April, Politico juga melaporkan bahwa beberapa negara anggota Uni Eropa telah menolak rencana aksesi cepat ke Ukraina, dan malah mengusulkan bentuk integrasi yang lebih terbatas. Bersamaan dengan itu, Ukraina masih perlu melakukan reformasi yang diperlukan untuk memenuhi standar aksesi penuh.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/de-xuat-bat-ngo-ve-quy-che-moi-cho-ukraine-trong-eu-post778618.html









Komentar (0)